6 Penghayat Kepercayaan di Blora Ubah Data Kependudukan

Sabtu, 08 Juni 2019, Dibaca : 3886 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
Masyarakat sedang mengurus administrasi kependudukan di Dindukcapil Blora.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pemerintah melalui Kementerian (Kemendagri) telah mengeluarkan format resmi kolom agama bagi penghayat kepercayaan dalam kartu keluarga (KK) maupun kartu tanda penduduk (KTP) sejak awal Oktober 2018 lalu.

Namun, delapan bulan kebijakan tersebut berjalan, baru enam orang penghayat kepercayaan di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang melakukan peruban.

Baca Lainnya :

    Adapun adalam kolom agama, diubah menjadi kepercayaan. Tanpa menyebut nama organisasi penghayat kepercayaan.

    Selama ini, kolom agama bagi masyarakat kepercayaan hanya diberi tanda setrip (-). Sebab, sesuai UU No 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, para penghayat boleh mengosongkan kolom agama, tetapi dicatat dalam database.

    Baca Lainnya :

      Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatan Sipil (Dindukcapil) Blora, Riyanto menyampaikan baru ada enam penghayat kepercayaan yang meminta untuk diubah data kependudukannya. Sekalipun banyak penghayat kepercayaan yang ada di Blora. Baik masyarakat umum, PNS dan lainnya.

      "Bagi masyarakat yang mempunyai keinginan untuk mengubah kolom agama menjadi kepercayan dipersilahkan untuk ke Dindukcapil Blora,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com belum lama ini.

      Kebijakan tersebut sudah disosialisaikan kepada para penghayat kepercayaan. Syaratnya mudah, cukup membawa surat pernyataan dan KK serta KTP. Prosesnya juga cepat satu hari jadi.

      “Surat pernyataannya sudah kita siapkan. Tinggal datang ke kantor dinas dan mengisinya,” tambahnya.

      Menurut dia, masih minimnya penghayat kepercayaan yang melakukan perubahan data kependudukan, dikarenakan terkendala beberapa hal. Mulai dari proses pernikahan secara aturan penghayat kepercayaan, proses pemakaman dan lainnya.

      “Kalau ada yang meninggal dunia, apa modin mau mengurus jenazah penghayat. Padahal KTP-nya sudah tidak Islam. Mau memakai cara apa coba. Begitu juga dengan proses pernikahan dan lainnya,” tuturnya.

      Dari enam yang mengajukan perubahan data kependudukannya menjadi kolom kepercayaan diantaranya Nur Abidin, warga Bojonegoro; Marmi warga Desa Blimbing, Kecamatan Sambongrejo, Kabupaten Blora; dan Budiono warga Desa Bogorejo, Kecamatan Bogorejo.

      Data di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Blora, ada 11 organisasi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di Kabupaten Blora. Mulai dari Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (DPK HPK), Paguyuban Kejaten, Sastro Jendro Hayuningrat Mustika Sejati.

      Selanjutnya adalah Paguyuban Ilat Roh Jati Kembang, Paguyuban Liman Seto, Kakadangan Wringin Seto, Paseban Jati, Paguyuban Kerukunan Sedulur Sikep (Samin), Palang Putih Nusantara Urip Sejati, Susilo Budi Darma(Subud) dan Paguyuban Sumarah.

      Belasan organisasi penghayat kepercayaan tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Mulai dari Blora, Ngawen, Sambong, dan Cepu.  (ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more