Rabu, 14 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

600 ribu Warga Bojonegoro Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

Editor: samian
Minggu, 17 Juni 2018
d suko nugroho
Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro, Muhammad Masrur Ridwan.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Dari 1.300.000 penduduk Bojonegoro, Jawa Timur, baru 60 persen atau 700.000 orang yang sudah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

"Masih 40 persen atau sekitar 600.000 orang, belum memiliki jaminan kesehatan nasional maupun kartu indonesia sehat," kata Kepala Cabang BPJS Kesehatan Bojonegoro, Muhammad Masrur Ridwan kepada suarabanyuurip.com, beberapa waktu lalu. 

Ditargetkan seluruh warga ikut BPJS Kesehatan harus bisa tuntas sebelum 1 Januari 2019. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan pendekatan kepada badan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta melakukan kerjasama dengan Perijanan Satu Atap untuk mewajibkan setiap pemilik usaha mendaftarkan BPJS Kesehatan karyawannya. 

"Target kita paling tidak 95 persen harus sudah terdaftar," tegas Masrur.  

Selain karyawan UMKM, potensi penambahan peserta JKN adalah dari kalangan perangkat desa. Sekalipun sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) yang mengharuskan perangkat desa didaftarkan BPJS Kesehatan, namun kenyataannya masih banyak yang belum mendaftar secara mandiri. 

"Baru 17 persen perangkat desa yang terdaftar," ucapnya. 

Untuk mengejar target penuntasan ini, BPJS juga menggulirkan program penerima bantuan iuran (PBI) bagi warga miskin yang dibiayai dari APBD. Program ini diperuntukkan bagi penerima jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). 

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Bojonegoro, Ninik Susmiyati mengungkapkan, dari 163 ribu penerima Jamkesda, sebanyak 7.431 ribu yang siap diintegrasi dengan program PBI untuk tahap pertama pada Juli mendatang.  

"Dari 10 ribu tahap pertama yang kita verifikasi by name by adress, yang sesuai persyaratan hanya sejumlah itu," ujar Ninik. 

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Padangan ini mengungkapkan, dari total penerima Jamkesda itu diperkirakan hanya 70 persen yang sesuai persyaratan untuk mendapatkan PBI. Hal ini dikarenakan telah terjadi banyak perubahan data dan kondisi penerima Jamkesda, baik telah meninggal dunia, pindah tempat maupun meningkat ekonominya. 

"Perkiraan kita setelah diverifikasi tinggal 144 ribu sesuai syarat," pungkas Ninik. (suko)

Dibaca : 812x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan