Senin, 28 Mei 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Angka Pengangguran Tuban Dibawah Provinsi dan Nasional

Editor: samian
Selasa, 08 Mei 2018
Ali Imron
ANTUSIAS : Bursa kerja di Tuban diserbu ribuan para pencari kerja.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sebagai daerah tujuan investasi industri kelima di Jawa Timur, angka pengangguran di Kabupaten Tuban masih di bawah rata-rata Provinsi dan Nasional. Hingga tahun 2018, di Tuban masih ada 18 ribu pencari kerja atau kisaran 3,49% dari 603.039 jiwa angkatan kerja.

Angka tersebut lebih rendah dari jumlah pengangguran di provinsi sebanyak 4%, dan 5,5% di tingkat nasional.

"Pengangguran di Tuban bagus masih dibawah provinsi dan nasional," ujar Kepala Disnakertrans Provinsi Jatim, Setiajit, kepada suarabanyuurip.com, usai membuka bursa kerja/ Job Market Fair yang diikuti 60 perusahaan non Migas di Balai Latihan Kerja (BLK) Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo Tuban, Selasa (8/5/2018).

Sekalipun pengangguran di Jatim masih dibawah nasional, tapi Setiajit belum puas. Ditargetkan setiap tahun ada 450 ribu orang yang mendapat pekerjaan, sehingga di tahun 2019 angka pengangguran di Jatim turun menjadi 3,5%.

Rencana tersebut akan terealisasi melalui bursa kerja yang digelar oleh 38 kabupaten/kota bersinergi dengan BLK. Apabila satu kabupaten/kota bisa mengadakan Job Market Fair 4-5 kali dalam setahun, tentu pengangguran akan berkurang yang berdampak pada pengentasan kemiskinan.

"Kami harapkan semua pelaku industri dan stakeholder lainnya mendukung target ini," terang Pejabat Sementara (PJS) Bupati Jombang ini.

Pria yang pernah mencalonkan sebagai Cabup Tuban ini, terus menerus memfasilitasi para pencari kerja, dan pemberi kerja yang semakin hari sulit mendapat pekerjaan di era digitalisasi. Dalam hal ini, BLK Tuban menjadi jalan tengah supaya pencari kerja tidak kesulitan.

Lebih dari itu, bagi perusahaan juga diminta memanfaatkan semaksimal mungkin BLK jika membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM). Dikarenakan kegiatan bursa kerja ini gratis tanpa dipungut biaya, dan disupport oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jatim.

"Setiap tahun ada 32 ribu orang di Jatim yang dilatih," tegas Setiajit.

Pria humanis ini meminta, Pemerintah Daerah (Pemda) untuk terus membekali lulusan SMK/SMA/MA. Dikarenakan memasuki dunia industri generasi ke-4 yang berbasis teknologi, butuh skill mumpuni dan syarat pengalaman kerja.

Kepala BLK Tuban, Sigit Prianto, berharap, melalui job marker fair ini pengangguran di Jatim dapat berkurang. Dari 60 perusahaan non Migas yang hadir, sedikitnya membutuhkan 2.117 SDM asal Tuban dan sekitarnya.

"Ada 43 perusahaan di Tuban dan 17 asal Lamongan, Bojonegoro, Jombang, Gresik, dan Surabaya," sergahnya.

Beberapa lowongan kerja yang dibutuhkan diantaranya, dokter, apoteker, manager, marketing, dan lain sebagainya. Setelah bursa kerja dua hari ini selesai, para perusahaan juga diminta langsung menyerahkan jumlah pencari kerja yang mendaftar.

"Kita komitmen mempercepat pencari kerja untuk mendapatkan pekerjaan," tandasnya.

Data dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Tuban, menyebutkan dipenghujung tahun 2017, angka pengangguran terbuka di Tuban di bawah pemerintahan Bupati Fathul Huda masih diangka 3,03%. Problem pengangguran tersebut, masih melebihi batas limit ideal di setiap negara yang dibuat oleh organisasi buruh dunia, Internasional Labour Organization (ILO) sebanyak 3 persen.

Realitas tersebut menjadi bukti, jika di Bumi Wali (sebutan lain Tuban) masih menyimpan masalah ketenagakerjaan. Selama tiga tahun terakhir, Pemkab berhasil menempatkan kerja bagi pemilik kartu kuning. Pada akhir 2015 dari 4.971 pencari kerja terdaftar, 3.578 orang mendapatkan pekerjaan. Tahun 2016 dari 5.151 pencari kerja, 3.879 bekerja. Begitu pula di tahun 2017, dari 6.573 pencari kerja, 5.021 mendapatkan pekerjaan.

Ditinjau dari pendidikannya, tingkat pengangguran tertinggi masih dipegang lulusan SMA. Sampai akhir 2017 jumlahnya mencapai 3.403 orang. Disusul Sarjana jumlahnya 2.257 orang, kemudian Diploma 1, 216 orang, dan sisanya SD, SMP, dan pasca sarjana.

Sebatas diketahui, indikasi penduduk usia kerja menganggur diukur dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). TPT ini merupakan presentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.(Aim)

Dibaca : 1002x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan