Kamis, 18 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Berikut Hasil Penilaian Tim Asia Geopark Network

Editor: nugroho
Senin, 29 April 2019
ririn wedia
GEOPARK Bojonegoro : Tim Asia Geopark Network bersama Disbudpar Bojonegoro saat kunjungi Lapangan Sumur Minyak Tua Wonocolo.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Geopark Bojonegoro merupakan salah satu geopark nasional pertama yang berada di wilayah Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan pada 20 November 2017 oleh Komite Nasional Geopark Indonesia Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman RI.

Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Kelembagaan Pariwisata dan Budaya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Dyah Enggar Rinimukti mengatakan, konsep utama dalam pengembangan geopark terdiri dari kegiatan konservasi, pengembangan ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.

"Mengembangkan geopark berarti turut  serta dalam menyampaikan dan merangsang kegiatan ekonomi yang berkelanjutan melalui konsep geowisata," tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Minggu (28/4/2019) kemarin.

Dijelaskan hasil survei dan asessement yang dilakukan oleh Prof. Emeritus Dr Ibrahim Komoo sebagai sekretaris Direktur Asia Pasific Geopark Network bersama tim Jaringan Geopark Indonesia Maret lalu, Geopark Bojonegoro diwajibkan menyusun roadmap dan masterplan pembangunan meliputi penentuan zonasi yang relevan dengan rencana tata ruang dan indikasi program terperinci.

"Asessement selanjutnya, Geopark Bojonegoro dengan tema hamparan minyak bumi adalah kawasan yang unik dan berbeda dengan kawasan geopark yang lain," tutur Enggar, sapan akrabnya.

Selain itu pengusulan sebagai Unesco Global Geopark harus memiliki warisan geologi yang bernilai international, mempunyai rencana pengelolaan yang komperehensif, adanya keterlibatan pemerintah dan masyarakat.

Mapping geosite yang dilakukan berdasarkan kajian untuk mendukung penyusunan usulan permohonan. Adanya sosialisasi, promosi pengembangan geopark secara masif kepada masyarakat dan wisatawan agar dikenal luas. 

"Pengelola geosite perlu mendapatkan pengetahuan dan bimbingan pengelolaan kawasan," pungkas wanita yang pernah berdinas di Kecamatan Kalitidu itu.(rien)

Dibaca : 513x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan