Sabtu, 22 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Besok, Warga Campurejo Blokir Jalan Sukowati

Editor: nugroho
Senin, 02 Juli 2012
suarabanyuurip.com
Diprotes warga: Warga Plosolanang meminta tambahan kompensasi atas pemboran sumur Pad A dan B Lapangan Sukowati.

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro- Warga Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, berencana memblokir jalan yang menjadi akses utama pengangkutan logistik pemboran migas Sukowati, Blok Tuban, Selasa (03/02/2012) besok. Rencana pemblokiran jalan itu sebagai bentuk protes warga Ring 1 Sukowati kepada Joint Operating Body Pertamina – PetroChina East Java (JOB P-PEJ), operator Migas Blok Tuban, yang hingga kini belum memberikan tambahan kompensasi atas pemboran di Pad A dan Pad B yang mulai beroperasi awal Juni lalu.

Ketua Komunitas Dukuh Mlaten, Kumaidi membenarkan rencana pemblokiran jalan tersebut. Aksi ini dilakukan karena warga sudah jengkel dengan ketidakpedulian JOB PPEJ atas keluhan warga.

“ Sudah sejak lama mbak, kami menuntut hak kami. Tapi sepertinya cuma dianggap angin lalu,” kata Kumaidi kepada www.suaraBanyuurip.com melalui telepon genggamnya, Senin (02/07/2012).

Rencananya, pemblokiran jalan akan dilakukan warga Dukuh Mlaten besok sekitar pukul 06.30 wib pagi. Lokasi pemblokiran dipusatkan di Perempatan Mlaten yaitu akses menuju lokasi pengeboran Well Pad A dan Well Pad B Sumur Sukowati.

“ Kami akan tutup jalan tersebut agar kendaraan proyek tidak bisa lewat. Namun untuk warga tetap bisa lewat seperti biasa. Aksi ini akan kami lakukan sampai tuntutan kita dipenuhi JOB,” ancam pria yang akan memimpin aksi pemblokiran.

Sementara itu, Kepala Desa Campurejo, Budi Utomo mengungkapkan, besaran kompensasi tiap desa memang berbeda. Untuk setiap kepala keluarga (KK) di Dukuh Mlaten memperoleh uang kompensasi sebesar Rp. 16.500 per bulan. Sedangkan Dusun Plosolanang, Desa Ngampel dan Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas sebesar Rp  66.000 per bulan.KK.

“Dukuh Mlaten memang kecil tapi itu karena tidak mendapatkan dampak langsung dari Pad A. Tapi untuk pemboran sekarang di Pad B justru dukuh Mlaten lah yang terdampak, baik polusi suara maupun jalan yang sering dilewati oleh kendaraan proyek,” papar Budi.

Terpisah, Field Admin Superintendent JOB-PPEJ, Hananto Aji mengaku telah mengetahui aksi yang akan dilakukan oleh warga setempat dari pihak Kepolisian Resort Bojonegoro. Namun dirinya enggan berkomentar banyak terkait tuntutan warga.

“Alasannya blokir jalan itu apa? selama ini kita sudah memberikan kompensasi kepada warga Campurejo, ya mestinya gak bisa gitu. Itu kan urusan desanya masing masing,” jawabnya singkat melalui Short Message (SMS). (suko)

Dibaca : 1523x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan