Blora Aman Penularan Virus Cacar Monyet

Sabtu, 18 Mei 2019, Dibaca : 465 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
Pelaksana tugas Kepala Dinkes Blora, Lilik Hernanto.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menyatakan, di wilayah Kabupaten Blora masih aman dari penularan virus cacar monyet.

Meski demikian terpenting dilakukan deteksi dini dan perilaku hidup bersih dan sehat bagi masyarakat. Hal itu disampaikan oleh pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Blora Lilik Hernanto, di ruang kerjanya, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (17/5/2019).

Baca Lainnya :

    Warga masyarakat diimbau menjaga kesehatan untuk menghidari penularan virus. Biasakan perilaku hidup bersih dan sehat, cuci tangan pakai sabun. Pakai masker penutup mulut.

    "Jika merasa demam, suhu tubuh panas dan ruam-ruam di sekujur tubuh segera memeriksakan diri ke petugas kesehatan," tandasnya.

    Baca Lainnya :

      Pemerintah Indonesia, menurut dia, sudah mengantisipasi dan melakukan pengawasan di beberapa lokasi seperti di bandara dan pelabuhan terhadap para tamu dan penumpang dari luar negeri.

      Di jelaskan, gejala awal cacar monyet muncul antara satu hingga tiga hari. Awalnya penderita mengalami demam dan ruam-ruam di sekujur tubuh. Ruam muncul dari wajah hingga ke bagian tubuh lain.

      Ruam kemudian berkembang dari maculopapules (red,lesi dengan bentuk rata) menjadi vesicles (benjolan kecil dan padat), bintik-bintik, hingga menjadi lapisan kulit kering.

      Menurut dia, cacar monyet adalah penyakit zoonotic atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya.

      “Virus cacar ini kebanyakan ditransmisikan ke manusia melalui berbagai jenis satwa liar seperti primata (monyet), rodents, tetapi penyebaran dari manusia ke manusia masih terbatas,” jelasnya.

      Gejala cacar monyet, lanjutnya, mirip dengan smallpox yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot dan berlanjut dengan benjolan kecil di seluruh tubuh.

      Penularan cacar monyet terjadi melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, kulit dan cutaneus lesion dari satwa yang terinfeksi atau melalui orang yang berhubungan langsung dengan monyet. Kemudian, mengkonsumsi daging dari satwa terinfeksi yang tidak dimasak dengan baik.

      Selanjutnya melalui kontak langsung dengan penderita yang terkena pada saluran pernafasan, kulit yang mengandung cairan cacar atau cairan lain dari pasien.

      Pencegahan cacar monyet yang bisa dilakukan yaitu menghindari kontak dengan primata terinfeksi, serta membatasi paparan langsung terhadap darah dan daging yang tidak dimasak dengan baik.

      Lalu membatasi kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau bahan yang terkontaminasi harus dihindari. Selanjutnya, memakai sarung tangan dan pakaian pelindung lainnya yang sesuai saat menangani hewan yang terinfeksi atau merawat orang sakit.

      “Intinya untuk menghindari agar tidak terjangkit penyakit ini ya menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” tandasnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more