Kamis, 18 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

CSR Migas Harus Selaras RPJMD Bojonegoro

Editor: nugroho
Selasa, 23 April 2019
dok/sbu
Kepala Bappeda Bojonegoro, I Nyoman Sudana

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mulai menerapkan penyesuaian baru terhadap pola pelaksanaan program Corporate Social Responsibility atau CSR kontraktor kontrak kerjasama (K3S) tahun ini. Program CSR yang akan dilaksanakan haru selaras Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD).

"Iya, betul. Sekarang K3S harus menyesuaikan program CSRnya," kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, I Nyoman Sudana, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Senin (22/4/2019) melalui sambungan telephone. 

Di Bojonegoro ada beberapa lapang migas yang dikelola KKKS. Yakni Lapangan Migas Banyu Urip Blok Cepu oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu (PEPC), Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Dia mengungkapkan, pelaksanaan program CSR sekarang ini harus memenuhi kriteria berupa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Bojonegoro 5 tahun kedepan. 

"Harus sesuai RPJMD " tegasnya.

Nyoman membenarkan jika EMCL sudah menyiapkan anggaran CSR 2019 sebesar Rp20 miliar. Mekanisme pembagian 60 persen untuk ring 1 dan 40 persen untuk di luar ring wilayah operasional migas.

"Mekanisme itu masih dalam pembahasan, dan tidak mengikat," imbuhnya.

RPJMD Bojonegoro sekarang ini sedang dimatangkan yang menitikberatkan visi menjadikan Bojonegoro sebagai sumber ekonomi kerakyatan, dan sosial budaya lokal untuk terwujudnya masyarakat yang beriman, sejahtera, dan berdaya saing. Visi tersebut diturunkan dalam 7 visi pembangunan.

Ketujuh visi tersebut diantaranya, mewujudkan tata kehidupan sosial yang berlandaskan nilai-nilai religius dan kearifan lokal dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan dan bertanggung jawab,

Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan; mewujudkan rasa aman dan keberpihakan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta kaum dhuafa; (5) Mewujudkan peningkatan kesejahteraan berbasis ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif; (6) Mewujudkan daya saing ekonomi daerah berbasis potensi lokal; serta (7) Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan ramah lingkungan. 

Visi misi tersebut juga dijabarkan dalam arah kebijakan tematik tahunan yang dirumuskan dalam RPJMD tahun 2019 hingga tahun 2023. I Nyoman juga mengemukakan akan sulitnya pemerintah daerah untuk memprediksi pendapatan daerah, antara proyeksi dan realisasi yang seringkali meleset.(rien)

Dibaca : 658x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan