Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Polemik Sewa Lahan EPF Blok Cepu

Dari Petani Rp3000, Disewakan ke EMCL Rp300.000

Editor: samian
Minggu, 12 November 2017
d suko nugroho
BEKAS LOKASI EPF : Lahan ini semula sebagai lokasi EPF kini sudah berubah kembali menjadi lahan pertanian.

SuaraBanyuurip.com - d suko nugrogo

Bojonegoro - Nilai sewa lahan untuk fasilitas produksi pertama (Early Production Facility/ EPF) Banyuurip, Blok Cepu, antara pemilik tanah dengan mitra Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro, Jawa Timur, PT. Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) jauh di bawah nilai jual objek pajak (NJOP) yang menjadi dasar sewa menyewa. 

Rata-rata lahan milik petani hanya disewa antar Rp1000 hingga Rp3000. Kemudian lahan tersebut disewakan kepada operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), sebesar Rp27.000 hingga naik menjadi Rp300.000 per meter perseginya.

Menurut Sonidin, salah satu petani yang lahannya pernah disewa untuk EPF Banyuurip, nilai sewa yang diberikan penyewa kepada dirinya sebesar Rp 85 juta untuk lahannya seluas 3200 meter persegi. Dengan jangka waktu selama sembilan tahun.

"Jumlah yang saya terima ya segitu," kata warga Gayam ini saat dihubungi mengaku sedang melakukan perjalanan menuju Papua, Minggu (12/11/2017).

Lahan milik Sonidin disewa mulai 2003 hingga 2012. Setelah itu lahannya seluas 3200 meter persegi dibeli seharga Rp180 juta.

"Ingat saya dibeli segitu," ucapnya.

Informasi yang dihimpun suarabanyuurip.com di lapang nilai sewa tanah EPF variatif. Besarannya disesuaikan dengan lokasi lahan yang di sewa. http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/pemdes-gayam-tak-miliki-dokumen-kontrak-sewa-epf

"Antara lokasi yang di dalam dan pinggir jalan beda. Lebih mahal yang di pinggir jalan," sambung salah satu warga Gayam lainnya yang minta identitasnya tak disebutkan.

Tidak sesuaianya harga sewa menyewa lahan EPF Banyuurip seluas 19,4 hektar (ha) ini memunculkan kejanggalan di kalangan DPRD Bojonegoro. Karena nilai sewa tanah yang sebelumnya hanya U$$ 928.000 atau setara Rp12 miliar dengan harga sewa per meter perseginya Rp27.000 pada tahun 2008 hingga 2013, tiba-tiba naik menjadi US$ 12,9 juta atau setara Rp130 miliar dengan harga sewa permeternya Rp300.000 mulai November 2013 sampai Desember 2015. http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/komisi-a-kaji-nilai-sewa-epf-blok-cepu

"Akan terus kita dalami. Karena ada peningkatan seribu persen harga sewa lahan dari sebelumnya,"  kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, usai hearing (rapat dengar pendapat/RPD) tentang sewa lahan EPF Banyuurip dengan EMCL, Pemerintah Desa Gayam, dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Forum Komunikasi Masyarakat Banyuurip – Jambaran (Forkomas Ba-Ja) juga mendesak agar penegak hukum mengusut dan memproses kasus ini sampai tuntas. Karena Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal sekitar Lapangan Banyuurip itu mengendus adanya potensi kerugian Negara dan daerah ratusan miliar dari sewa tanah EPF. http://www.suarabanyuurip.com/kabar/baca/forkomas-ba-ja--kpk-harus-usut-sewa-tanah-epf-blok-cepu

“KPK harus segera turun. Kepolisian dan Kejaksaan juga harus bergerak mengusut kasus ini. Nilai sewa tanah ini sangat tidak wajar,” tegas Ketua Forkomas Ba-Ja, Parmani kepada suarabanyuurip.com, Kamis (9/11/2017).(suko)

Dibaca : 382x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Senin, 13 November 2017 09:59
Mari kita kawal kelanjutan komitmen terbuka karena warga sudah legowo disewa berapapun nilainya karena Untuk semua kepentingan negara...tapi kalau ada Penemuan NJOP Melambung Sewa Fantasis Ndak Wajar semua Harus ditegakkan.
Mohammadmahmudi
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan