Selasa, 21 Mei 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Desa Ring 1 Blok Cepu Keluhkan Sektor Pertanian

Editor: nugroho
Rabu, 21 Januari 2015

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Pemerintah Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan minimnya perhatian terhadap sektor pertanian baik dari pemerintah kabupaten maupun operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) selama ini.

Kepala Desa Gayam, Winto, mengungkapkan, selama ini sebagian besar masyarakat di Desa Gayam mayoritas adalah petani. Namun sawah yang ada adalah sawah tadah hujan, sehingga jika musim kemarau tiba dibiarkan bero (tidak ditanami).

“Akhirnya petani tidak mendapatkan pemasukan, karena produksi padi berhenti," kata dia kepada suarabanyuurip.com, Rabu (21/1/2015).

Winto menyampaikan, unsur hara tanah untuk pertanian di wilayahnya tergolong kritis, sehingga butuh inovasi dan pendampingan agar petani masih bisa mengolah lahan saat musim kemarau tiba.

“Petani di sni susah semua karena kurangnya sosialisasi,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, selama ini petani cenderung menggunakan pupuk kimia dan tidak mengetahui secara tekhnis penggunaannya. Sehingga, kurangnya pemahaman mengolah sisa-sia lahan pertanian yang ada akibat kebutuhan pengembangan migas di Blok Cepu membuat ekonomi petani semakin terpuruk.

“Kami berharap ada pendampingan terutama cara untuk mengembalikan tingkat kesuburan tanah,” tandasnya.

Sementara itu, kepala Dinas Pertanian, Jupari, saat dikonfirmasi hal tersebut masih enggan menanggapi dengan alasan sibuk mempersiapkan unjuk karya petani di Desa Gedongarum, Kecamatan Kanor, yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jendral TNI, Gatot Nurmantiyo.(rien)

Dibaca : 789x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan