Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Dewan Segera Panggil JOBP-PEJ

Editor: nugroho
Selasa, 03 Juli 2012

SuaraBanyuurip.comRirin W

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro segera memanggil Joint Operating Body Pertamina - PetroChina East Java (JOB P-PEJ), operator migas Sumur Sukowati Blok Tuban, perwakilan mayarakat Dusun Mlaten dan Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo Kecamatan Bojonegoro untuk menyelesaikan permasalahan tuntutan tambahan kompensasi pemboran di Pad B.

Rencana pemanggilan ini menyusul aksi pemblokiran jalan menuju pemboran sumur Sukowati Pad A dan Pad B oleh warga Dusun Mlaten, Selasa (03/07/2012) pagi tadi.

"Kita akan koordinasi dan memantau perkembangan dilapangan. Jika belum ada titik temu antara operator dan warga, kita akan panggil mereka," kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto kepada www.suarabanyuurip.com, Selasa (03/07), tanpa memastikan kapan pemanggilan itu dilakukan.

Meurut dia, perwakilan warga Mlaten, Pemerintah Desa Campurejo dan JOBP-PEJ perlu duduk bersama untuk membahas masalah tersebut. Sebab jika berlarut-larut akan memunculkan gejolak sosial berkepanjangan yang berakibat menghambat kegiatan eksplorasi di Lapangan Sukowati.

"Tidak perlu menunggu Perda CSR (cooporate sosial responsibility) untuk menyelesaikannya. Karena masalah ini sifatnya isidentil," sergah Politisi Partai Demokrat (PD) asal Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, Ring 1 Lapangan Sukowati ini.

Dewan, lanjut dia, akan melayangkan surat peringatan kepada JOB P-PEJ jika hak-hak warga terdampak tidak dipenuhi operator, terutama pemberian kompensasi atas dampak kegiatan pemboran yang berlangsung.

Seperti diberitakan, warga Malten memblokir jalan untuk menuntut tambahan kompensasi. Mereka menuntut tambahan kompensasi sebesar Rp. 50.000/ bulan/kepala keluarga (KK). Sebab, sebanyak 55 KK yang tersebar dari 6 RT yaitu RT 7, RT 8, RT 14, RT 25, RT 26, dan RT 30 sejak awal eksplorasi di Sumur Sukowati Pad A mendapatkan kompensasi dari JOB PPEJ sebesar Rp 16.500/bulan yang diterimakan 3 bulan sekali.

Padahal sejak awal Juni lalu sumur Pad B mulai dilakukan eksplorasi dan telah memberikan dampak bagi waga Malten. Yakni kebisingan suara kendaraan pengangkut logistik pemboran. (suko)

"  

Dibaca : 1139x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan