Sabtu, 23 Maret 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

ECOTON Minta Pemkab Tuban Serius Tangani Sampah Popok

Editor: samian
Kamis, 10 Januari 2019
Ist
BERSIHKAN SAMPAH : Kondisi sampah popok di Tuban belum tertangani dengan baik.

SuaraBanyuurip.com - Hidayatul Khoiriyah

Tuban - Brigade Evakuasi Popok (BEP) Yayasan Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah/Ecologi Observation and Westlands Conservation (ECOTON) Jawa Timur, Prigi Arisandi, telah mengedarkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban terkait pengelolaan sampah popok.

Isinya terkait penyediaan kontainer Dropping Point sampah Popok (Droppo) di desa/kelurahan di sepanjang pesisir Utara dan sungai warga yang memiliki akses membuang sampah popok ke sungai dan tempat-tempat strategis yang sering digunakan masyarakat untuk membuang sampah sekali pakai ke sungai.

Selain itu, melakukan kerja sama dengan produsen popok bayi untuk menyediakan sarana pengangkutan sampah popok dari Droppo ke Tempat Pengelolaan Akhir (TPA), melakukan survei merk popok yang paling banyak digunakan konsumen, dari catatan BEP masing-masing sebesar 56 persen mamypoko, 18 persen pampers, 13,3 persen sweety, sisanya goon, hugies, merriess, naughty baby dan vibraun.

Selanjutnya, melakukan evakuasi/pengambilan sampah popok di sungai, mempromosikan pemakaian popok kain yang bisa dipakai 4 tahun, serta memasang tanda larangan membuang sampah popok di sungai.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), Dinas Lingkungan Hidup, Arwin Mustofa menjelaskan terkait surat dari ECOTON belum ada disposisi dari pusat, namun DLH tetap melakukan penanganan terkait sampah, termasuk di dalamnya sampah popok.

“Karena masalah sampah bukan hanya popok, jadi kami generalkan, termasuk di dalamnya masalah sampah popok,” Ujar Arwin Mustofa kepada suarabanyuurip.com, Kamis (10/1/2019) saat dikonfirmasi melalui ponsel.

Arwin menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai pengelolaan sampah kepada masyarakat di bantaran sungai Mangunjoyo dari hulu sampai hilir, mulai Kecamatan Semanding hingga Kelurahan Karangsari dan Sidomulyo.

“Termasuk di dalamnya masyarakat tidak membuang sampah di sungai dan melakukan pengelolaan dengan bank sampah, termasuk sampah popok,” pungkasnya.(hida)

 

Dibaca : 844x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>