ExxonMobil Tegaskan Sudah Pegang IMB Pipa Minyak Kedung Keris

Selasa, 18 Juni 2019, Dibaca : 534 x Editor : nugroho

dok/sbu
Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto.


SuaraBanyuurip.com - Ririn wedia

Bojonegoro - Izin Mendirikan Bangunan (IMB) proyek pipanisasi Lapangan Minyak Kedung Keris, Blok Cepu, telah dikeluarkan Pemkab Bojonegoro, Jawa Timur, dua bulan lalu. Proyek tersebut sempat terkendal karena izin sempat tertahan.

"Sudah akhir April lalu," kata Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto kepada suarabanyuurip.com, Selasa (18/6/2019).

Baca Lainnya :

    Izin tersebutkan diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu Pintu Bojonegoro. 

    "IMB bukan dari Bupati, tapi dari dinas terkait," tegas Erwin, sapaan akrabnya.

    Baca Lainnya :

      Menurutnya, meskipun proyek pipa minyak Kedung Keris sempat terkendala izin, namun pekerjaan tidak pernah berhenti.

      "Karena kami tetap bisa melakukan pekerjaan persiapan," tandasnya.

      Proyek pipa ini untuk mengalirkan minyak mentah dari Lapangan Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu menuju central processing facility (CPF) Banyu Urip di Kecamatan Gayam.

      Pipa yang digunakan sebesar 8 inchi. Ditanam sedalam 1,5 meter disamping pipa 20 inci milik EMCL yang digunakan mengalirkan minyak mentah dari CPF Banyu Urip menuju Floating Storage and offloading (FSO) Gagak Rimang di lepas pantai Palang, Kabupaten Tuban, Jatim.

      Pipa minyak Kedung Keria memiliki panjang 16 kilo meter (KM). Sepanjang 14 Km pipa ditanam di lahan milik EMCL, dan 2 Km menggunakan tanah milik warga.

      Ada sejumlah desa yang dilintasi pipa minyak Kedung Keris. Yakni Sukoharjo dan Leran, Kecamatan Kalitidu, Desa Wadang, Jampet, Jelu di Kecamatan Ngasem, dan Desa Gayam, Kecamatan Gayam.

      Pipa minyak Kedung Keris dikerjakan PT Meindo Elang Indah. Total investasinya mencapai USD100 juta, dengan target penyelesaian pekerjaan selama dua tahun.

      Lapangan Kedung Keris ditargetkan dapat memproduksi minyak 10 ribu barel per hari (Bph) pada akhir 2019 mendatang. Jumlah tersebut akan menopang target produksi minyak Banyu Urip sebesar 230 ribu Bph.

      Deputi Operasional Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Fatar Yani mengatakan, sampai saat ini pengerjaan proyek Lapangan Kedung Keris baru mencapai 26%.

      "Pengerjaan proyek baru tahap clearing, grading, stringing dan welding pipa," ujarny dikutip dari Katadata.co.id.(rien)



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more