Hampir Sebulan Ruang Kelas SD Ring 1 JTB Ambruk Belum Ditangani

Senin, 17 Juni 2019, Dibaca : 293 x Editor : nugroho

medsos
AMBRUK : Bangku di ruang kelas SDN 4 Ngasem yang berada di ring 1 JTB tertimpa atap yang ambruk.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Ambruknya ruangan kelas I dan II SDN Ngasem 4, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, belum ditangani pihak terkait. Dua ruang kelas tersebut ambruk akibat diterjang hujan dan angin yang terjadi hampir sebulan lalu. 

Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Ngasem, Mugiyo menjelaskan sebelum diterjang angin kondìsi dua ruang kelas tersebut sudah tidak terlihat rusak. Kayu dan plafonnya rapuh dimakan rayap.

Baca Lainnya :

    "Sehingga, saat terjadi hujan dan angin langsung ambruk," ujarnya kepada suarabanyuurip. com, Senin (17/6/2019).

    Pihak sekolah sudah melaporkan ambruknya ruang kelas ini ke Dinas Pendidikan Bojonegoro. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut.

    Baca Lainnya :

      Selama belum ada perbaikan, 50 siswa kelas I dan II terpaksa menggunakan rumah perangkat desa yang terletak di depan gedung sekolah untuk proses belajar mengajar. 

      "Sementara pakai rumahnya pak Jogoboyo dulu untuk proses belajar mengajar," tuturnya.

      SDN Ngasem 4 terletak di wilayah Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) dan Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu. Namun, Mugiyo mengaku belum pernah mengetahui ada operator migas yang sudah memberikan bantuan. 

      Selama ini, instansinya tidak pernah mendapatkan tembusan pemberitahuan baik dari perusahaan migas maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya, jika ada perbaikan.

      "Dinas Pendidikan tidak pernah ada data kalau ada perbaikan, apalagi serah serah terima," tandasnya.

      Dikonfirmasi terpisah baik Dinas Pendidikan maupun Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Bojonegoro, belum memberikan konfirmasinya terkait hal ini. Saat suarabanyuurip.com menghubungi melalui telepon genggam maupun mengirinkan pesan WhatsApp belum dijawab hingga berita ini diterbitkan.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more