Hangga Sebut Mobil Listrik Masa Depan Industri Otomotif

Minggu, 01 September 2019, Dibaca : 214 x Editor : samian

Ist/Samian Sasongko
Satya Hangga Yudha Widya Putra (pegang mikrofon) saat menjadi moderator diskusi yang digelar GEMA Golkar.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko 

Bojonegoro - Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dalam memproduksi energi listrik. Sebanyak 87 persen penghasilan listrik Indonesia dihasilkan dari bahan bakar fosil, yaitu batu bara, minyak, dan gas.

Untuk itu pentingnya beralih dari alat transportasi yang selama ini menggunakan bahan bakar fosil ke transportasi yang digerakkan oleh energi listrik.

Baca Lainnya :

    Hal tersebut diungkapkan pengamat energi Satya Hangga Yudha Widya Putra saat menjadi moderator diskusi yang digelar Gerakan Milenial Airlangga Hartarto Golkar (GEMA Golkar) dengan tema ‘Masa Depan Mobil Listrik di Indonesia’ di Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/8/2019).

    Pria ramah ini mengatakan, mobil listrik merupakan masa depan industri otomotif, sekaligus pemanfaatan energi ramah lingkungan di Indonesia.

    Baca Lainnya :

      "Jadi tidak salah jika Indonesia mulai mengambil sikap untuk mengembangkan kendaraan listrik secara lebih masif," kata Hangga sapaan akrabnya melalui pres rilis yang diterima Suabanyuurip.com, Minggu (1/9/2019).

      Pria yang juga sebagai pendiri Indonesian Energy and Environmental Institute (IE2I) mengatakan, mobil listrik merupakan salah satu cara mengurangi polusi, karena lebih hemat energi dibanding mobil berbahan bakar fosil.

      "Kita tidak bisa fokus pada lingkungan hidup saja, tanpa mempelajari energi,” tandas politisi muda yang mendalami bidang energi dan lingkungan hidup terutama energi baru terbarukan ini.

      Dalam rilisnya hadir sebagai pembicara diskusi adalah Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro Universitas Padjajaran Adhi Viari Nugraha, dan Ketua Divisi Mobil Listrik 2018 Politeknik Negeri Bandung Amirul Siddiq Mirza, dengan moderator pengamat energi Satya Hangga Yudha Widya Putra.

      Di tempat yang sama, Putu Juli mengungkapkan, Kementerian Perindustrian telah mengusahakan adanya industri pembuatan baterai mobil listrik di Indonesia. Bahan baku baterai mobil listrik didominasi nikel.

      "Sedangkan Indonesia merupakan salah satu penghasil nikel terbesar di dunia," kata Putu.

      Meski masih terbatas fasilitas pengisian baterai, lanjut Putu, namun sudah terdapat di sejumlah lokasi.

      "Fasilitas pengisian baterai untuk motor listrik sudah ada," ujarnya.

      Sementara, Adhi Viari Nugraha, optimisme akan pengembangan mobil listrik di Indonesia. Apalagi pengembangan mobil listrik di Indonesia diwajibkan sesuai dengan peraturan tentang tingkat kandungan dalam negeri (TKDN).

      "Ini kesempatan bagi SDM Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia bisa membuat mobil listrik," katanya.

      Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 sebagai payung hukum pengembangan mobil listrik.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more