Sabtu, 15 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

JOB PPEJ - Tim Konten Lokal Tanggapi Dingin Aksi Warga Mlaten

Editor: nugroho
Selasa, 03 Juli 2012
Ririn W
BLOKIR JALAN : Warga Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro memblokir jalan sumur Sukowati.

SuaraBanyuurip.comRirin W

Bojonegoro- Pemblokiran jalan menuju sumur migas Sukowati, Blok Tuban, yang dilakukan warga Dusun Mlaten, Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, Selasa (03/07/12) pagi, ditanggapi dingin Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Bojonegoro. Bahkan Joint Operating Body Pertamina - PetroChina East Java (JOBP-PEJ) tak menggubris aksi warga Ring 1 Sukowati tersebut.

Field Admint Superintendant Hananto Aji menegaskan, JOBP-PEJ telah memberikan kompensasi kepada warga terdampak yang masuk Ring 1 melalui masing-masing desa.

“Saya pikir semua sudah saya sampaikan kemarin,dan itu sudah cukup. Itu urusan desa masing-masing,” ujar Hananto menanggapi aksi pemblokiran jalan Warga Dusun Mlaten menuntut tambahan kompensasi pemboran sumur minyak Sukowati Pad B.

Sikap dingin juga ditunjukkan Ketua Tim Optimalisasi Kandungan Lokal Pemkab Bojonegoro,Soehadi Mulyono. Menurut dia, permasalahan yang terjadi antara JOBP-PEJ dengan warga Desa Campurejo dikarenakan hanya kurangnya komunikasi. Sebab, selama ini, lanjut Soehadi, JOB PPEJ dalam melaporkan progress reportnya kepada pemkab tidak ada masalah atau kendala yang berarti.

“ Ya,saya berharap ada perundingan atau negoisasi dari kedua belah pihak agar menemukan jalan keluar yang tentunya menguntungkan semuanya,” tukasnya.

Sebelumnya, Koordinator Lapangan (Korlap) Kumaidi mengatakan, dirinya beserta warga lainnya melakukan penutupan jalan masuk menuju akses Well Pad A dan Well Pad B Sumur Minyak Sukowati untuk semua kendaraan proyek JOB P-PEJ.

“Kami akan terus melakukan aksi blokir jalan sampai tuntutan kita dipenuhi oleh operator,”tegas pria yang juga memiliki warung kopi tersebut.

Dijelaskan, sebanyak 55 kepala keluarga (KK) dari 6 RT yaitu RT 7, RT 8, RT 14, RT 25, RT 26, dan RT 30 sejak awal eksplorasi di Sumur Sukowati Pad A belum mendapatkan kompensasi tambahan dari JOB PPEJ dan hanya menerima Rp 16.500/bulan selama 3 bulan sekali.

“Kita cuma dapat Rp 49.500 saja mbak tiap 3 bulan sekali. Jumlah itu kecil sekali dibanding dampak yang kita terima dari kegiatan pemboran disini. Karena tiap hari jalan Mlaten dilewati kendaraan proyek dan menimbulkan suara bising tiap malam,” ungkap Kumaidi.

Dirinya menyatakan, selain kompensasi yang tidak diberikan, JOBP-PEJ tidak mengoptimalkan kandungan local khususnya tenaga kerja dari warga Dukuh Mlaten. Padahal pemboran Sumur Pad B sudah dimulai JOBP-PEJ sejak awal Juni lalu.

“Inilah yang membuat warga geram karena JOB tidak peduli dengan warga Ring 1,” tegasnya.

Kapolsek Kota Bojonegoro Kompol Suroto mengatakan, untuk pengamanan demonstrasi tersebut jajaran Polsek dan Polres Bojonegoro mengerahkan 45 personil. Pengamanan dilakukan sampai batas waktu 1x24.

 “Karena izin mereka hanya satu hari. Kalau besok masih memblokir jalan ya harus izin lagi ke Polres,” pungkas Suroto.(suko)

Dibaca : 1316x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>