Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Polemik Pembebasan Lahan Kilang Tuban

Kades Remen Ngaku Hanya Disodori Surat Pernyataan

Editor: samian
Rabu, 04 Juli 2018
Ali Imron
MEDIASI: Kades Remen, Eko Prasetyo (berkacamata) minta maaf ke warga, dan akan mencabut surat pernyataan yang ditandatanganinya.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban - Setelah didesak warganya, Kepala Desa (Kades) Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Eko Prasetyo, akhirnya buka mulut soal beredarnya surat pernyataan persetujuan pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban berlogo Pemdes.

Dia hanya disodori surat kemudian menandatanganinya, dan tidak mengira akan menjadi polemik di tengah masyarakat.

“Saya tidak pernah buat surat itu,” ujar Kades Eko Prasetyo, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com usai mediasi musyawarah dengan warganya di balai desa, Rabu (4/7/2018).

Dihadapan ratusan warga, Eko menjelaskan, kronologi munculnya surat pernyataan yang juga diteken oleh Camat Jenu setelah pihak perbankan BNI mendatangi rumahnya. Waktu itu, pihak BNI minta izin untuk mencari nasabah. Bagi warga Remen yang ingin menjual lahannya untuk Kilang, bisa diarahkan ke BNI saja bukan bank yang lain.

Lain hari, pihak BNI datang lagi dengan membawa surat dengan format sama yang disodorkan ke Kades Mentoso, Saji. Tanpa meneliti terlebih dahulu, surat tersebut diteken berstempel desa dengan dibubuhi materai 6.000.

“Saya minta maaf karena ceroboh asal tandatangan,” terang Eko.

Untuk menebus kesalahannya, Kades berjanji dalam dua hari kedepan akan koordinasi dengan Camat Jenu untuk mencabut surat yang juga ditembuskan ke Bupati Tuban dan Gubernur Jatim. Kebijakan ini setelah warga tak terima, dan kompak untuk tidak menjual lahannya.

“Surat itu dari Kecamatan Jenu dan tidak mengira jadinya rumit seperti ini,” tegasnya. 

Sementara Kades Mentoso, Saji, belum bisa diminta konfirmasi. Saat Suara Banyuurip mendatangi rumah maupun di balai desa, yang bersangkutan tidak ada ditempat. 

Warga Dusun Sumur Pawon, Desa Remen, Wasri, meminta Kades untuk tidak gegabah dan ceroboh dalam bertindak. Satu tanda tangan jika tidak teliti, bisa menghancurkan masa depan warga desa.

“Kami tidak mau menjual lahan, kenapa bapak tandatangan,” sergahnya. 

Sekretaris Desa Remen, Tantomo, menegaskan, jika surat pernyataan itu yang membuat bukan Pemdes. Pertama tidak ada nomor surat, dan tanggal pembuatannya. Kedua alamat desa yang tertera di surat keliru. Ketiga logo desa yang digunakan juga keliru.

“Entah siapa yang buat surat, tapi itu bukan dari Pemdes,” tambahnya.

Pantauan Suara Banyuurip di lokasi, beberapa warga langsung menyampaikan unek-uneknya dan bergantian dijawab Kades semampunya. Selain surat pernyartaan, warga juga menanyakan soal dana pengelolaan wisata Pasir Putih, maupun transparansi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan di Remen.

Diberitakan sebelumnya, Warga Remen dan Mentoso, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mengaku terkejut dengan beredarnya surat pernyataan pembebasan lahan Kilang NGRR Tuban yang ditandangani Kades Remen dan Mentoso, dan Camat Jenu bersetempel dan bermaterai 6000, beberapa hari ini. Sebab warga merasa tidak pernah diberitahu jika mereka yang setuju lahannya dibebaskan uangnya akan ditransfer melalui rekening BNI pribadinya.(Aim)

 

 

 

Dibaca : 4324x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan