Sabtu, 13 Februari 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat TWU Hentikan Produksi Kilang Mini Tenaga Kerja Asing di Bojonegoro Meningkat Pembekalan Uji Coba Alsintan Dari Maintenance Rambah Jasa Transporter Dua Keuntungan Setelah Tercapai Produksi Puncak Inilah Peluang Bisnis Bidikan BBS PPGJ Capai Produksi Puncak FITRA Minta Informasi Sumur Koro Dibuka Galian C Picu Bencana Alam Fortuner Pekerja Migas Seruduk Grand Livina Papan Informasi Desa Pelem Dipindah PPGJ Segera Diserahkan ke Pertamina JOB P-PEJ Klaim Gas Tidak Berbahaya Warga Lebih Nyaman EPF Dimatikan ADS Tantang BBS Bangun Kilang Mini Ingatkan BUMD Tak Jadi Makelar Ketua DPRD Bojonegoro Garansikan Jabatannya Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir PT IME Lanjutkan Pekerjaan Sipil Gas Flare Penjual Mamin Sekitar Kilang Mini Resah Rekanan TWU Galang Dukungan Warga Ngampel Diduga Karacunan Pad A Pemkab Bojonegoro Layangkan Surat ke SKK Migas Besuk, Lahan Pengganti TKD Gayam Diukur Nge-Tweet Berhadiah Bersama JIM Bojonegoro Himbau Waspada Penipuan Naker Proyek Kebakaran TBBM Tuban Akibat Aliran Listrik Terminal BBM Tuban Terbakar Tunggu Kepastian PHER Operasi Proyek J-TB Rekrut 100 Naker Minta EMCL Evaluasi Hasil Rekomendasinya Rekomendasi Dua Peserta Langgar Komitmen Permintaan BBM Tuban Capai 17 Persen Pemdes Sedahkidul Sukseskan GDSC Harga BBM Kembali Diturunkan FKKL-B Minta, Bongkar EPF Harus Libatkan Kontraktor Lokal Polres Buru Dua Oknum Baru Sedahkidul Khawatirkan Dampak Proyek Banyuurip Oknum Wartawan Pemeras Diancam 4 Tahun Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker Kodim 0813 Bojonegoro Berlakukan Jamdan Tak Ada Sanksi Penyelesaian TKD Gayam Ribuhan Pengunjung Padati Wisata Ngerong Puluhan Hektar Tanaman Padi Direndam Banjir Kodim 0813 Gelar Konsolidasi Upsus Water Park Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Koruptor Rugikan Negara Rp2,1 Miliar Selamatkan Hutan Melalui Lomba Ulat Jati Pemkab Tetap Pertahankan PT BBS Tantang Pemkab Menarik Pajak Galian C Penerimaan Migas Fluktuatif, Tingkatkan Iklim Investasi Sisihkan Rp10 Triliun Untuk Dana Abadi Migas Pemkab Blora Bebaskan Lahan Warga Desak Pertamina ISC Tetap Menjatah Minyak Mentah Kayangan Api Dibanjiri Pengunjung Truk Pertamina Tetap Beroperasi PAD Dishub Meningkat 5,54 Persen Penjualan Solar Turun 60 Persen BK Hentikan Kasus Laporan Komisi A Harga Solar Turun Nelayan Untung Tandatangani Kontrak Pengelolaan Wilayah Kerja Migas Hingga Akhir 2015, Pembebasan J-TB Belum Rampung Wartawan Gadungan Peras Warga Tuban Tambang Illegal Rusak Jutaan Hektar Hutan Wisata Water Park Dander Diserbu Pengunjung Sumur A dan C Tetap Berproduksi ExxonMobil Indonesia Tunjuk Presiden Baru Gelar Sarasehan Sejarah dan Kepurbakalaan Tak Ingin Penyelesaian TKD Gayam Terulang di J-TB Pastikan Tarif Angkutan Tuban Normal ADS Sebut Pemeriksaan Rutin Desak Holcim Segera Realisasikan Insentif Filosofi TKD Yang Penting Untungkan Desa

Perampokan di Swalayan Samudra Tuban

Kawanan Rampok Bawa Kabur Rp50 Juta

Editor: teguh
Selasa, 05 Februari 2013
Edy Purnomo
DIBACOK RAMPOK : Sodikin, salah satu korban yang juga petugas parkir saat berada di RS Muhammadiyah Tuban.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban – Akibat aksi perampokan di siang bolong di tempat parkir swalayan Samudra, Tuban korban, Wiwik Haruni (35), warga Desa Temandang, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur ditaksir merugi hingga puluhan juta rupiyah.

Tas miliknya yang dibawa kabur kawanan perampok berjumlah dua orang itu, berisi uang tunai Rp50 juta yang baru diambil dari Bank Mandiri di kawasan Jalan Basuki Rahmad-Tuban. Selain itu terdapat pula perhiasan emas seberat 3 ons, beberapa buku tabungan, kartu ATM miliknya.

“Dalam tas tersebut ada uang sebesar 50 juta rupiyah, dan perhiasan emas, di samping juga buku dan kartu ATM saya,” ungkap Wiwik Haruni (35), korban perampokan yang saat ini juga mengalami luka bacok di tangan saat mempertahankan tasnya.

Dia terangkan, siang itu dia bersama suami, dan anaknya ke luar dari Bank Mandiri Tuban untuk mengambil uang. Sebelum pulang dia bermaksud belanja keperluan rumah tangga di swalayan Samudra di Jalan Diponegoro-Tuban.

“Tidak tahu, kok tiba-tiba perampok itu muncul di samping saya, dan menarik tas yang saya bawa,” tambah Wiwik.

Rencananya, uang tersebut akan dipergunakan suaminya untuk menggaji sejumlah karyawan yang bekerja di CV miliknya. Di samping dia juga mengaku pergi ke Bank untuk melakukan transfer uang kepada salah satu temannya.

Di lokasi kejadian beberapa saksi mata mengatakan, perampok tersebut berjumlah dua orang. Sementara satu orang melakukan perampasan sambil membawa golok, seorang lagi menunggu dengan mengendarai sepeda motor Scorpio warna silver.

“Wajahnya kurang jelas, tapi mereka mengenakan helm, dan jaket warna hitam,” terang Agung (26), salah satu penjaga stand makanan ringan di swalayan tersebut.

Saat kabur, Agung juga melihat perampok ini mengayunkan golok kepada salah satu rekannya, Sodikin, yang bertugas sebagai penjaga pakir di pintu masuk. Saat beberapa warga dan pengunjung mengejar pelaku, kawanan ini berhasil melarikan diri menggunakan motor melewati pintu masuk.

“Pelaku lari dari pintu masuk, ” tambah Supriyanto (35), Satpam swalayan.

Polisi hingga kini belum berhasil menangkap perampok yang berhasil kabur tersebut. Meski begitu, hingga kini sejumlah polisi telah dikerahkan untuk melakukan pengejaran. (edp)

Dibaca : 500x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>