Rabu, 22 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Lahan PTPN Situbondo, Alternatif Baru Lokasi Kilang Tuban

Editor: samian
Jum'at, 25 Mei 2018
Ali Imron
ALTERNATIF BARU : Jika sulit dapatkan lahan di Tuban, Kilang Tuban bakal dipindah ke Situbondo.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - PT Pertamina (Persero) memililki rencana baru mengubah lokasi pembangunan Kilang NGRR Tuban ke lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) di Situbondo, Jawa Timur. Alternatif ini, karena lokasi awal yang merupakan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) masih menghadapi kendala kepemilikan.

Dilansir dari Katadata.co.id, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, mengatakan, awalnya memang kilang akan dibangun di lahan KLHK dengan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Rencana ini pun sudah mendapat restu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Ternyata Rosneft keberatan dengan skema bagi hasil dan penyerahan aset pada akhir masa pakai. Corporate Raksasa Migas Rusia itu ingin adanya kepemilikan lahan,” ujar Nicke dalam rapat dengar pendapat Pertamina dengan Komisi VII DPR, di Jakarta, Rabu (23/5) kemarin.

Sekarang Pertamina berkoordinasi dengan Kemenkeu untuk menggunakan skema tukar menukar lahan. Jadi lahan KLHK akan ditukar dengan aset Pertamina. Ini dimungkinkan karena izin prinsip dari Menteri Keuangan untuk skema KSP berakhir 14 Maret 2018. Apabila skema tukar menukar ini disetujui Menteri Keuangan, langkah selanjutnya meminta persetujuan Presiden Joko Widodo.

Sebaliknya jika skema tukar menukar ditolak, Pertamina menyiapkan alternatif lain dengan menggunakan lahan milik BUMN lain yakni PTPN. Adapun alternatif lahan tersebut adalah lahan milik PTPN XI dan XII di Asembagus Situbondo Jawa Timur. Luasnya mencapai 807 hektar.

Pertamina juga sudah melakukan kajian awal dan menyatakan layak lahan itu untuk digunakan sebagai alternatif lokasi kilang Tuban. Hasilnya, luas lahan sesuai kebutuhan kilang. Ini karena kedalaman laut 35 meter dan hanya 3,5 meter dari pantai, jadi sangat tepat untuk penerimaan minyak mentah lewat kapal VLCC3.

“Status PTPN sebagai BUMN ini bisa mempercepat pengalihan kepemilikan. Pertamina dan PTPN akan mempersiapkan pembuatan nota kesepahaman, yang prosesnya dikoordinasikan Kementerian BUMN,” jelasnya.

Lahan itu juga jauh dari permukiman penduduk sehigga gejolak sosial minim. Infrastruktur pendukung seperti Tol Probowangi, Bandara Banyuwangi, Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Banyuwangi, dan kawasan industri Wongsorejo pun sudah tersedia.(Aim)

Dibaca : 911x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan