Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

MCL Nunggak Pembayaran PBB

Editor: nugraha
Senin, 25 Maret 2013
suarabanyuurip.com/atok
Camat Gayam, Setyo Yuliono

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro- Perangkat desa di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa-Timur mengeluhkan belum dibayarnya pajak bumi dan bangunan (PBB) yang menjadi tanggungan operator sumur minyak Banyuurip, Blok Cepu, Mobil Cepu Ltd  (MCL). PBB tahun 2012 yang belum dilunasi anak perusahaan ExxonMobil itu adalah dari lahan yang dibebaskan untuk proyek pengembangan produksi puncak Blok Cepu. 

Informasi yang diperoleh dari sekitar lokasi Blok Cepu menyebut, total PPB Blok Cepu sekira satu miliar rupiyah. Namun, dalam proses pembayarannya masih belum maksimal. Hal itulah yang dikeluhkan para perangkat desa sekitar, karena hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak MCL kepada desa tentang PBB tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Parlin, mengatakan, ratusan hektar lahan yang masuk wilayah Desa Mojodelik yang sudah dibebaskan untuk digunakan kepentingan Proyek Blok Cepu tersebut. Namun, kondisi pembayaran PBB oleh MCL selalu membuat perangkat menjadi bingung. Karena, sering terjadi keterlambatan, dan minim koordinasi terkait hal tersebut.

"Sekira 200 hektar untuk proyek penampungan air yang masuk Engineering Procurement and Construction (EPC)-5 yang hingga saat ini PBB-nya belum terbayarkan. Itu belum juga yang masuk EPC-1. Jadi, membuat saya mengeluh karena diuber-uber pihak Kecamatan," keluh Parlin, saat ditemui di Kantor Camat Gayam, Senin (25/3/2013).

PBB yang belum terbayar itu, jelas Parlin, adalah PBB untuk tahun 2012. Namun, hingga saat ini pihak MCL belum koordinasi dengan desa terkait dengan kejelasan pembayaran PBB tersebut. Total PBB yang harus dibayar sekira Rp60 juta lebih. Oleh karena itu, kalaupun sudah dibayar, MCL harus memberikan bukti pembayarannya agar desa mengetahuinya.

“Jika belum segera koordinasi biar perangkat desa tidak bingung," pintanya.

Camat Gayam, Setyo Yuliono, membenarkan apa yang dikeluhkan perangkat desa Mojodelik tersebut. Karena, hingga saat ini MCL belum memberikan laporan pembayaran PBB yang menjadi tanggungannya.

"Total keseluruhan PBB MCL yang harus dibayar kurang lebihnya adalah satu miliyar," jelas Setyo Yuliono ditemui di ruang kerjanya.

Dikonfirmasi terpisah, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya, belum bisa memberikan keterangan yang jelas terkait dengan pembayaran PBB tersebut. Karena, masih akan dikoordinasikan dengan pihak tim tanah.

"Aku cek dulu ke tim tanah ya, Mas," ungkap Rexy Mawardijaya melalui pesan pendek senin (25/3/2013).(sam)

 

Dibaca : 1109x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Senin, 25 Maret 2013 21:33
Parah sekali MCL ini, jangan2 nama doang besar modal cekak
suryo
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan