Minggu, 19 November 2017
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Menteri ESDM Resmikan Proyek Gas J-TB

Editor: nugroho
Senin, 25 September 2017
ririn wedia
PERESMIAN : Menteri ESDM, Ignasius Jonan saat berada di lokasi direksi kit J-TB Desa Bandungrejo untuk meresmikan proyek JTB.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menyampaikan beberapa keputusan penting terkait mega proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran –Tiung Biru (J-TB) yang sekarang ini dioperatori penuh oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC). Salah satunya efisiensi capex pengembangan Lapangan J-TB dari sebelumnya US$21  miliar menjadi US$1,5 miliar.

Hal itu disampaikan Jonan saat melakukan peletakan batu pertama proyek pengembangan unutisasi Lapangan Gas J-TB di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (25/9/2017). Menteri Jonan di dampingi sejumlah pejabat Kementerian ESDM, SKK Migas, Bupati Suyoto, dan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Bojonegoro.

Jonan menjelaskan beberapa keputusan penting lainnya adalah dengan peletakan batu pertama ini pengembangan lapangan gas dengan total cadangan 1,1 trillion cubic feet serta kemampuan pasok sales gas per hari sebesar 172 juta standar kaki kubik (MMSCFD) selama 16 tahun dapat dilaksanakan. 

Kemudian Lapangan Gas JTB miliki kemampuan produksi per hari mencapai 330 MMSCFD ini antara lain, relokasi gas JTB ke Pertamina, serta efisiensi capex pengembangan lapangan dari sebelumnya US$21  miliar menjadi US$1,5 miliar, sehingga menyebabkan harga gas yang lebih terjangkau oleh pembeli akhir yaitu PLN sebesar US$7,6 MMBTU di pembangkit listrik yang berlokasi di Gresik dan Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah.

“Keputusan penting lainnya adalah alih kelola lapangan dari ExxonMobil Cepu Limited  kepada PEPC, sehingga Pertamina menguasai 90 persen PI dan 10 persen dikuasai Pemda,” ujar Jonan. 

Lapangan gas J-TB adalah gabungan atau unitisasi dari bagian wilayah kerja Blok Cepu serta wilayah kerja Pertamina EP. Dengan cadangan gas yang cukup besar, pembangunan, pengelolaan, dan pemamfaatan lapangan gas JTB akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat terutama Bojonegoro Pemprov Jatim, Blora, dan Pemprov Jateng. 

Pengembangan lapangan JTB sempat mengalami kendala pada masa sebelumnya, karena tingginya biaya pengembangan lapangan yang menyebabkan harga gas tinggi sehingga tidak dapat dijangkau oleh pembeli akhir gas.

“Ini adalah hadiah terindah bagi saya jelang akhir masa jabatan Maret 2018 mendatang," ujar Bupati Bojonegoro, Suyoto, saat memberikan sambutan.(rien)

 

Dibaca : 333x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan
iklan