Selasa, 18 September 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Nelayan Tuban Ditabrak Kapal Tanker Muatan Minyak

Editor: nugroho
Rabu, 04 Juli 2018
Ali Imron
EVAKUASI: Kapal nelayan Tanbakboyo korban laka laut berhasil ditepikan, dan menjadi tontonan.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Laut Utara Kabupaten Tuban, Jawa Timur, melibatkan kapal nelayan tradisional asal Dusun Jetis, Desa/Kecamatan Tambakboyo dengan MT Bull Kalimantan sejenis Kapal Tanker bermuatan minyak mentah pada Selasa (3/7/2018). 

Beruntung dalam kecelakaan tersebut pemilik kapal tradisional bernama Mardi Susanto (51) selamat. Namun kerugian akibar kerusakan kapal diperkirakan mencapai Rp10 juta. 

"Laka laut kali ini sudah yang keenam kali sejak setahun terakhir" ujar Camat Tambakboyo, Didik Purwanto, saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com

Didik sapaan akrabnya, menjelaskan sesuai keterangan saksi, laka laut ini terjadi kisaran pukul 09:00 WIB. Seketika itu kapal korban tenggelam, sedangkan MT Bull Kalimantan tak berhenti dan diduga kabur melarikan diri. 

Melihat kapal korban tenggelam, nelayan lain yang posisinya tak jauh dari tempat kejadian peekara  (TKP) langsung berusaha mengevakuasinya. Baru sekitar pukul 14:00 WIB, kapal korban bisa diselamatkan hingga kebibir pantai. 

Usai menepi, alat tangkap pada kapal korban hilang, mesin diesel Dongfeng 23 PK kondisi rusak berat. Kapal rusak ringan, tapi gladak dan semua tiangnya hilang. 

"Alhamdulillah sampai dengan laka laut keenam ini tak ada korban jiwa," terang mantan Camat Parengan. 

Syahbandar Tuban, Boby Mulya Kusuma, menjelaskan secara informal pihaknya sudah memantau kejadian kecelakaan kapal ini melalui Medsos. Dirinya berada di lokasi waktu proses evakuasi kapal nelayan dan saat ini kami sudah mengantongi data kapal Bull Kalimantan tersebut. 

"Tetapi kita jangan terlalu berasumsi terlalu dini terkait siapa yang salah atau benar, apalagi statement bahwa Kapal tersebut melarikan diri," sergah Boby sapaan akrabnya. 

Apabila benar Kapal Bull Kalimantan yang menabrak, kapal tersebut berjenis kapal tanker muatan minyak mentah dengan bobot kotor kapal 57683 gross tonnage (Gt). Dengan kapal sebesar itu, asumsinya kemungkinan Kapal Bull Kalimantan tidak tahu bila sudah menabrak Kapal Nelayan. 

"Kita akan lihat hasil pemeriksaan yang dilakukakan nanti oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Brondong," ucapnya.

Pihaknya saat ini menunggu laporan kejadian yang dikirimkan melalui Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Tuban kepada Kantor UPP Brondong. Atas dasar surat tersebut, kami bisa memanggil agent pelayaran, pemilik kapal dan Nakhoda Kapal MT. Bull Kalimantan untuk dimintai keterangan.

"Untuk nelayan saat melaut dihimbau memasang rambu-rambu atau tanda yang bisa dilihat dari kejauhan," pinta pria humanis itu. 

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Tuban, Amenan, belum memberikan konfirmasi apakah sudah berkoordinasi dengan Syahbandar Tuban terkait laka laut. Pesan WA yang dikirimkan Suara Banyuurip sudah dibaca, tapi belum dibalas. (aim) 

Dibaca : 7253x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan