Nilai Penggunaan DBH Migas Pendidikan Tak Transparan

Selasa, 18 Juni 2019, Dibaca : 400 x Editor : nugroho

medsos
AMBRUK : Kerusakan ruang kelas SDN IV Ngasem seharusnya dapat ditangani dengan DBH Migas Pendidikan.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, menilai penggunaan dana bagi hasil (DBH) Migas Pendidikan untuk sekolah dasar tidak transparan. Padahal jumlahnya mencapai puluhan miliar setiap tahunnya.  

"Banyak masyarakat jarang yang belum tahu anggaran itu. Tahunya pasti DBH Migas secara keseluruhan,” kata Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, Sukur Priyanto, kepada suarabanyuurip.com, Senin (17/6/2019).

Baca Lainnya :

    Dari data yang diperoleh DPRD, lanjut Sukur, panggilan akrabnya, Bojonegoro tahun 2018 lalu mendapatkan DBH Migas Pendidikan sebesar Rp70 miliar lebih. Sedangkan untuk 2019 ini, belum diketahui jumlah yang akan didapat. 

    "Inilah yang seharusnya dari awal dibahas oleh Pemkab Bojonegoro dan DPRD agar anggaran tepat sasaran," tandas politisi Partai Demokrat itu.

    Baca Lainnya :

      Selama ini, DPRD sudah melakukan pengawasan terhadap penggunaan anggaran DBH Migas Pendidikan. Hanya saja, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait kurang transparan.

      "Kira-kira uangnya direncanakan atau dimanfaatkan untuk apa, itu yang belum jelas. Kemudian, persoalan-persoalan pendidikan seperti apa yang bisa dicover," tuturnya.

      Menurut dia, persoalan pendidikan di Bojonegoro selama ini tidak hanya melulu untuk pembangunan gedung baru atau perbaikan kerusakan. Tetapi juga sarana dan prasarana untuk pembelajaran maupun peningkatan kapasitas guru pengajarnya juga. 

      “Kami tidak tahu ya, kenapa sekarang ini sulit sekali mendapatkan informasi seperti itu. Harusnya lebih terbuka saja pada masyarakat,” tandasnya.

      Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Bojonegoro, Welly Fitrama, belum memberikan tanggapan mengenai tudingan tersebut. Pesan pendek yang dikirim Suarabanyuurip.com belum ada balasan. Demikian juga ketika dihubungi melalui telephon. 

      Suarabanyuurip.com kemudian berkunjung di kantornya, Welly juga sedang tidak ada ditempat.(rien)

       



      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more