Selasa, 23 Oktober 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Optimis Target Puncak Produksi Blok Cepu Tercapai

Editor: nugroho
Rabu, 29 Mei 2013
suarabanyuurip.com/ali musthofa
Menteri ESDM, Jero Wacik (tengah).

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Cepu, Blora  - Lapangan migas Blok Cepu ditargetkan dapat berproduksi puncak 165 ribu barrel perhari (bph) sebelum akhir tahun 2014. Target itu dapat terpenuhi jika segala infrastruktur pendukung produksi minyak yang sekarang ini sedang berjalan segera tuntas.

“Akan saya buktikan sebelum tahun 2014 habis atau pada Oktober 2014 target produksi minyak di Blok Cepu akan sesuai target,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jero Wacik dalam keterangan persnya usai mewisuda 375 sarjana PTK Akamigas Cepu, Rabu (29/5/2013).

Dia mengungkapkan, saat ini produksi minyak Blok Cepu baru mencapai lebih dari 20 ribu (bph). Namun dirinya optimis target produksi minyak 165 barrel perhari proyek Blok Cepu akan tercapai sesuai target.

“Produksi Blok Cepu ini akan mendukung kembalinya produksi satu juta barrel per tahun yang saat ini baru mencapai 850 ribu barrel,” tegas Jero.

Untuk mewujudkan target itu,  pihaknya akan terus memompa para pemegang dan pelaksana proyek Blok Cepu untuk berusaha secara serius guna mencapai target produksi. Selain itu, dirinya juga akan mempermudah perizinan bagi kontraktor kontrak kerja sama (K3S) migas untuk melakukan eksplorasi dan eksploitasi.

 ”Sudah saya sampaikan agar segera memperbanyak sumur eksplorasi di proyek Cepu ini,” tambahnya.

Menurut Jero, produksi migas sangat membantu peningkatan pendapatan Negara  yang itu akan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kesejahteraan rakyat. Namun, dia juga tidak menampik, bahwa selama ini masih ada kesenjangan dalam pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) migas, khususnya antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur dan Pemkab Blora, Jawa Tengah.

”Memang berdasar aturan, Blora belum mendapatkan apa-apa dari proyek Cepu ini. Namun saya selalu menekankan kepada para bupati untuk rajinlah dalam musyawarah dan berbagi. Kalau ada rejeki bisa dibicarakan secara baik-baik dalam pembagiannya,” ujar Jero.

“Kita akan bicarakan secara baik-baik demi kemakmuran rakyat sesuai amanah pasal 33 UUD 45. Semua bisa dibicarakan bersama,” tambah dia.

Dalam kesempatan itu, Jero juga mengingatkan pentingnya besaran Corporate Social Responbsility (CSR) perusahan bagi masyarakat sekitar.

” Untuk MCL atau Exxon Mobil CSR-nya harus diperbesar. Tidak boleh ada perusahaan besar tapi rakyat sekitarnya malah semakin sengsara,”  pesan Jero. (ali)

 

Dibaca : 1363x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Kamis, 30 Mei 2013 00:19
wow enak banget ya blora ga ikut terdampak pengen dapet DBH, kita rakyat bojonegoro masih sengsara,hanya bisa menjadi penonton mega proyek. sungguh mencengangkan. PR buat pemerintah
ahmad nashirudin assidqy
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan iklan