PC IPNU dan IPPNU Bojonegoro MoU dengan LP Ma'arif NU

Minggu, 18 Agustus 2019, Dibaca : 227 x Editor : samian

Edi Supraeko
TEKEN : PC IPNU dan IPPNU Bojonegoro saat menandatangani MoU dengan LP Ma'arif NU dan Perguru di Aula LP Ma'arif NU, (18/8).


SuaraBanyuurip.com - Edi Supraeko

Bojonegoro - Dalam momentum kemerdekaan ini, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Bojonegoro mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif NU dan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Perguru) Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/08/2019).

Acara yang dihelat di Aula LP Ma'arif NU tersebut menyepakati nota kesepahaman tentang gerakan IPNU IPPNU masuk sekolah-sekolah naungan Ma'arif.

Baca Lainnya :

    "Kami berharap adanya MoU ini bisa bersinergi lebih baik lagi dengan stakholder pendidikan," kata Ketua PC IPNU Bojonegoro, M. Sukron Bajuri.

    Bersama Nurul Afifah, Ketua PC IPPNU Bojonegoro, akan menyatukan visi dengan Pimpinan Anak Cabang di tingkat kecamatan dan Ranting di desa-desa, serta komisariat sekolah dan pesantren. Untuk membawa pelajar di Bojonegoro lebih produktif dan inovatif.

    Baca Lainnya :

      Kegiatan ini dibarengi dengan Student Millenial Summit yang mendatangkan narasumber dari LP Ma'arif, Pergunu dan Kodim Bojonegoro, dan diikuti pengurus serta 100 pelajar dari sekolah, kampus, dan pesantren.

      "Kita sebagai anaknya NU harus menjaga NKRI, dan tetaplah berakhlakul karimah," ujar Sekretaris LP Ma'arif NU, Khudori, M.Pd, yang juga sebagai salah satu narasumber.

      Perwakilan Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Suko Maulana, mengaku, sangat mendukung inisiasi ini. Dia berharap pelajar NU bisa mengawal sekolah sekaligus menanam rasa nasionalisme.

      "Zaman sekarang, pelajar tidak lepas dari pengaruh gadget. Memang ada positifnya, tapi ia sangatlah berbahaya. Perang sekarang bukan lagi fisik tapi proxy war," tandasnya.

      Pemuda sekarang lebih mudah menjadi kaya dengan gadget, namun harus tetap santun dan disiplin.

      "Jadi harus tetap memiliki kedisiplinan dan santun," sambung Sekretaris Pergunu, Drs. H. Mariyadi, M.Pd,.

      Karena menurutnya IPNU IPPNU adalah candradimukanya pengkaderan NU di tingkat pelajar, dan pendidikan tinggi setelahnya juga penting untuk melatih mental menjadi pembicara di depan umum.

      Dalam kegiatan tersebut dilanjut Rakercab (Rapat Kerja Cabang) II, untuk menyusun agenda dalam satu tahun terakhir.(edi)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more