Sabtu, 15 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Peletakan Batu Pertama Bandara Ngloram Mundur

Editor: samian
Senin, 12 Maret 2018
dok SBU
Lapangan Terbang Ngloram di Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora - Pelaksanaan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan lapangan terbang Ngloram, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menjadi bandara dipastikan mudur dari rencana sebelumnya. Sampai saat ini masih dalam tahap pembahasan detail engineering  design (DED).

Sekretaris Daerah Blora, Bondan Sukarno, mengatakan, saat ini tim pecepatan pembangunan Bandara Ngloram masih perlu untuk pematangan DED. Sehingga untuk rencana tersebut tidak bisa dilaksanakan Maret ini.

Dalam pematangan DED itu, dia mengaku, perlu melakukan studi banding ke beberapa daerah. "Jadi masih belum kalau groundbrekingnya Maret ini," ujarnya.

Dia memastikan,  tahun 2018 ini Bandara Ngloram mulai dilakukan kegiatan. Diantaranya kegiatan fisik dengan mengaspal landasan, serta pemagaran fasilitas bandara supaya hanya digunakan untuk kegiatan bandara. Untuk diketahui, tahun ini Bandaran Ngloram dianggarankan Rp5 miliar.

Dari anggaran tersebut, digunakan untuk perencanaan master plan, detail engineering  design (DED), Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal)  dan penentuan kawasan keselamatan oprasi penerbangan (KKOP). Serta tahun ini Bandara Ngloram akan dipagar BRC.

"Agar nantinya tanah milik PPSDM Migas tidak digunakan keperluan lain selain bandara," ujarnya.

Kepala Bidang Fisik dan Prasrasarana, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Blora, Djati Walujastono, membenarkan mundurnya rencana tersebut. Dia mengaku tidak tahu persis alasan mundurnya ground breaking itu.

"Kayaknya mundur sekitar 2 bulan," ujarnya.

Sebelumnya dia menjelaskan, dalam perencanaan pembangunan Reaktivasi Bandara Ngloram,  diklasifikasikan sebagai Bandara Domestik Pengumpan. "Artinya yang ditetapkan sebagai bandara udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri, juga sebagai bandara udara yang mempunyai cakupan pelayanan dan mempengaruhi perkembangan ekonomi terbatas," terangnya.

Awalnya, lanjut Dia, Bandara Ngoram adalah sebagai bandara udara khusus, yang hanya digunakan untuk melayani kepentingan sendiri untuk menunjang kegiatan usaha pokoknya. "Dalam hal ini hanya untuk melayani kegiatan Migas, seperti untuk kegitan pendidikan Akamigas, dan pusat pendidikan dan pelatihn migas dan pertamina EP assest IV Cepu," paparnya.

Sementara, kegiatan untuk tahun 2018 ini hanya perencanaan, seperti pembuatan Master Plan, DED (Detail Engineering Design), AMDAL, KKOP (Kawasan Keselamatan operasi penerbangan) ditambah pemagaran sekitar bandara dan overlay/hotmix existing Runway 900 meter (m).

"Sehingga sudah bisa dipakai untuk pesawat charter, Medivac (pesawat untuk pelayanan kesehatan) dan pesawat latih seperti DHC-6 (Twin Otter), CN-212, atau pesawat Turbo Prop berpenumpang sedikit," jelasnya.

Sedangkan pada tahun 2019 nanti, pembangunan fisik baru dilakukan dengan perluasan bandara. Diantaranya, memperpanjang Runway dari 900 meter menjadi 1350 meter sehingga sudah bisa dipakai untuk pesawat ATR 72-500/600.

"Dalam perancanaan jangka panjang dilakukan perpanjangan Runway sampai kurang lebih 2500 meter. Sehingga pesawat Boeing dan Airbus dan jenis pesawat Turbo Fan lainya bisa landing dan take off di Bandara Ngloram," pungkasnya.(Ams)

 

Dibaca : 2203x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>