Pembangunan Rumah Sakit Migas Milik PPSDM Tak Jelas

Minggu, 20 Oktober 2019, Dibaca : 442 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
TERTUTUP : Pembangunan rumah sakit milik PPSDM sampai saat ini belum ada kejelasan.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Pembangunan Rumah Sakit Migas milik Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM) Migas, sampai sekarang belum ada kejelasan. Padahal, pada saat ground Breking awal tahun 2019 lalu, pembangunan rumah sakit tersebut ditargetkan bisa difungsikan Oktober tahun ini.

Dari pantauan lapangan, justru gerbang masuk ditutup rapat. Layaknya tidak ada aktivitas apapun. Kondisi itu-pun memancing pertanyaan masyarakat.

Baca Lainnya :

    “RS Migas telah direvitalisasi bekerja sama dengan Anak Perusahaannya PGN (Perusahaan Gas Negara). Dulu saat peresmian dimulainya proyek, pihak Kementerian  ESDM berharap selesai Oktober sebelum pergantian Menteri,” ungkap Djoko, warga Kecamatan Cepu, kepada Suarababanyuurip.com belum lama ini.

    Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja Puja, telah menyampaikan pada Januari 2019 lalu, bahwa sebelum pergantian kabinet di tahun 2019 ini, gedung tersebut bisa diselesaikan.

    Baca Lainnya :

      “Oktober nanti harapannya bisa beroperasi,” ujarnya.

      Staf Khusus Bupati Blora, Djati Walujastono, dari perkembangan yang dia ikuti, bahwa RS Migas sampai sekarang ini belum ada perkembagan signifikan.

      Menurut dia, masih perlu rapat intensif antar stake holder untuk membahas dibangunnya RS tersebut. Dari berbagai aspek kerja sama, antara lain PPSDM Migas, Pertamina, dan PGN. “Untuk mempertajam reaktivasi Rumah Sakit PPSDM Migas,” jelasnya.

      Bahkan, dimungkinkan ada alternatif investor lain kalau memang lebih baik dibanding yang sudah ada.

      “Bisa saja berubah. Mana yang lebih cepat, lebih baik dan kelebihan yang lain,” jelasnya.

      Dia menegaskan, kerjasama dengan investor lain masih memungkinkan. Kerena tidak harga mati dengan Pertamina medika dan PGN.

      “Setahu saya belum ada suatu ikatan yang pasti. Karena ganti pimpinan ganti kebijakan, ganti target rumah sakit tipe D+ berubah C misalnya. Perubahan bangunannya akan berubah biaya dan persoalan lain,” tandasnya.

      Idealnya, lanjut dia, kerja sama itu memang hanya Pertamina, PGN dan PPSDM Migas yang sudah berjalan.

      “Tapi dipandang tidak jalan atau beda pendapat, ada investor baru yang lebih baik, cepat, kompeten dan lain lain. Kenapa tidak?” ungkapnya.

      Sementara Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Umum PPSDM Migas, Arisona, saat dikonfirmasi terkait pembangunan tersebut dia tidak banyak memberikan keterangan.

      “Nanti kalau sudah fix kami kabari. Bukan seperti itu, karena ini masih pembahasan internal. Kalau sudah ada progres pasti nanti ada kabar, semua sedang berproses,” ungkapnya.(ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more