Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Blora Inginkan Jargas Rumah Tangga Berlanjut

Editor: samian
Senin, 05 November 2018
Ahmad Sampurno
PROYEK JARGAS : Salah satu warga menunjukkan meteran gas Jargas yang terpasang di rumah warga Desa Sumber, Kecamatan Kradenan.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora -  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, menginginkan proyek jaringan gas rumah tangga (Jargas) di kawasan Central Processing Plant (CPP) Proyek Pengambangan Gas Jawa (PPGJ) Blok Gundih, di Kecamatan Kradenan bisa dilanjutkan.

Sebab, dari target 4000 sasaran rumah tangga (SR) di tujuh desa yang telah dibangun sejak 2013 lalu, hingga kini baru ratusan SR di Desa Sumber saja yang bisa menikmati manfaat jaringan gasnya.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Bupati Blora  Arief Rohman saat menerima kunjungan kerja tim Komisi VII DPR RI baru-baru ini.

“Sesuai arahan dan usulan Bapak Bupati terkait jaringan gas rumah tangga agar terus dilanjutkan. Maka hal ini kami sampaikan langsung kepada Komisi VII DPR RI supaya direspon," ujar Arief Rohman.

Komisi VII DPR RI yang datang ke Blora, dipimpin oleh M Ridwan Hisyam. Pihaknya sepakat untuk mendorong kelanjutan Jargas rumah tangga (city gas). Sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar PPGJ. Karena menurutnya city gas yang masuk ke permukiman diyakini sangat ekonomis bagi masyarakat.

"Dari laporan Bupati dan Wakil Bupati, city gas baru berjalan beberapa saja dan ini akan kami dorong agar bisa berjalan lagi," ucapnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Sumber, Kecamatan Kradenan, Zaki Bachroni, ketika dihubungi Suarabanyuurip.com membenarkan jika belum semua warga di desanya bisa menikmati manfaat Jargas rumah tangga. Padahal pembangunan Jargasnya sudah dimulai sejak 2013 lalu.

"Manfaat Jargas rumah tangga ini luar biasa bagi masyarakat, mereka lebih hemat dan aman menggunakan Jargas," ucap Kades Sumber, Zaki Bachroni.

Di harapkan kedepan untuk segera mengaktifkan lagi sisa Jargas yang sudah terpasang di rumah warga.

"Karena sejak diuji cobakan Juli 2016 lalu, baru sekira 650 SR yang sudah tersambung," tutur kades ramah ini.

Dari 13 dukuhan yang ada di Desa Sumber, baru tujuh dukuhan yang terpasang Jargas. Masih ada enam dukuhan lagi yang belum terpasang.

"Semoga benar-benar bisa dilanjutkan agar tidak terjadi kecemburuan sosial," tandasnya.

Berbeda dengan Kades Mojorembun, Syaifudin Zuhri. Dia mengaku, wilayahnya telah dipasang Jargas sejak tahun 2013. Namun hingga kini belum ada rumah warganya yang teraliri gas. Bahkan beberapa jaringan yang terpasang rusak karena tak kunjung terpakai.

"Jargas rumah tangga itu apa?. Mungkin warga kami sudah lupa karena sudah terlalu lama dipasangi alatnya namun tak kunjung mengalir gasnya. Ya mudah-mudahan bisa segera terealisasi,” ungkapnya.(Ams)

Dibaca : 266x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan