Rabu, 22 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Diminta Kembalikan Lebih Salur DBH Migas 2016

Editor: samian
Sabtu, 10 Februari 2018
dok SBU
Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetyo Adi.

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro - Badan Pendapatan (Bapenda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ada lebih salur dana bagi hasil minyak dan gas bumi (DBH Migas) tahun 2016 yang harus dikembalikan oleh Pemkab Bojonegoro kepada pemerintah pusat.

 "Lebih salur tahun 2016 ada sekira Rp281,6 Miliar yang harus kita kembalikan," kata Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lain Bapenda, Anang Prasetyo Adi, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (10/2/2018).

Padahal, Pemkab Bojonegoro belum melakukan pelunasan lebih salur DBH Migas tahun 2015 senilai Rp550 miliar. Dari total tersebut, tahun 2017 baru dibayarkan sebesar Rp60 Miliar. Masih ada sisa Rp490 Miliar yang akan dibayar bertahap pada tahun 2018 dan 2019 mendatang.

"Untuk lebih salur DBH Migas tahun 2016, kami masih mengajukan keringanan lagi kepada Kementerian Keuangan. Karena beban lebih salur sebelumnya masih terbilang besar," tandasnya.

Menurutnya, adanya lebih salur DBH Migas yang dibebankan Pemkab Bojonegoro sejak tahun 2014 lalu dikarenakan jatuhnya harga minyak mentah dunia. Selain itu, juga digunakan untuk cost recovery seluruh Lapangan Migas yang ada di Bojonegoro termasuk Lapangan Banyuurip, Blok Cepu.

"Perkiraan, cost recovery paling besar dari Blok Cepu," pungkasnya.(rien)

 

 

Dibaca : 1426x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan