Sabtu, 15 Desember 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pemkab Tuban Belum Terima Surat Resmi Pergantian Operator Mudi

Editor: samian
Sabtu, 02 Juni 2018
Ali Imron
Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban - Sekalipun Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Mudi, Blok Tuban resmi diserahterimakan dari Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) ke Pertamina Hulu Energi (PHE), namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, belum menerima surat resmi pergantian operator tersebut.

Diharapkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang baru, segera merapat ke pemkab untuk koordinasi perkembangan Migas yang berpusat di Kecamatan Soko.

“Kami belum menerima surat resmi pergantian pengelola Mudi,” ujar Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, saat dikonfimrasi suarabanyuurip.com, di gedung DPRD Tuban, Sabtu (2/6/2018).

Wabup dua periode ini, sudah mengetahui jika PHE yang memenangkan Lapangan Mudi. Sedangkan untuk Lapangan Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, dikelola oleh Pertamina EP Aseet 4 Field Cepu. Untuk pengolahan minyak kedua lapangan ini, tetap di Control Processing Area (CPA) Mudi, di Desa Rahayu, Kecamatan Soko.

Kontrak Blok Tuban berakhir 28 Februari 2018 lalu. Setelah itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan pengelolaan sementara Blok Tuban selama enam bulan, atau hingga kontrak baru ditandatangani.

Sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 1793 K/12/MEM/2018, kontrak baru Blok Tuban memiliki jangka waktu 20 tahun. Pembagian bagi hasil minyaknya untuk pemerintah 44% dan kontraktor 56%. Sementara gas pemerintah 39% dan kontraktor 61%.

Saat ini Pertamina memiliki 100% hak kelola di blok tersebut. Kendati demikian, dari jumlah 100% hak kelola itu, Pertamina wajib memberikan 10% hak kelola kepada pemerintah daerah. Hal ini mengacu Permen ESDM 37 Tahun 2016.

Sebelumnya, kontrak baru Blok Tuban telah berlaku efektif pada Minggu, 20 Mei 2018 lalu. Pengefektifan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak yang sudah diteken 20 April lalu.

Presiden Direktur PT PHE selaku operator mengatakan kontrak dua blok tersebut menggunakan skema gross split. Penyerahan Wilayah Kerja Terminasi Tuban merupakan salah satu langkah strategis perusahaan, dalam mengamankan pasokan produksi Migas nasional.

”Di Blok Tuban, Pertamina dan PetroChina sebelumnya membentuk JOB Pertamina PetroChina East Java,” ujar Gunung Sardjono Hadi dalam keterangan resminya pada Senin (21/5) lalu.(Aim)

Dibaca : 735x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>