Rabu, 22 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penambang Sumur Tua Siap Lakukan Pemboran Sumur Baru

Editor: samian
Senin, 06 Agustus 2018
Ahmad Sampurno
BERBAHAYA : Pekerja abaikan keselamatan saat beraktivitas karena tidak mengenakan Alat Pelindung Diri.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Penambang sumur minyak tua di lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, siap melakukan pemboran sumur baru. Kesiapan itu dilakukan lantaran lubang sumur lama diperkirakan minim cadangan minyak.

Lokasi pekerjaan tersebut berada di Petak 4016 BKPH Ledok, RPH Kejalen, KPH Cepu, Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.

Dari pantauan suarabanyuurip.com, sebanyak 4 orang pekerja tampak sibuk mempersiapkan rig sederhana atau akrab disebut oleh masyarakat spindle pada titik Sumur LDK 021. Tanpa memperhatikan keselamatan kerja, mereka tampak terampil memanjat rig maupun menata alat.

“Kita di sini hanya bekerja,” kata salah satu pekerja yang enggan menyebutkan namanya, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (6/8/2018).

Sumur tersebut milik kelompok yang diketuai oleh seseorang bernama Wanan. Dan berada di bawah manajemen Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba (PPMST) Desa Ledok akan dilakukan pergeseran pengeboran.

“Semula di sini, dan akan digeser kesamping,”  ujarnya sambil menunjukkan titik yang dimaksud.

Diperkirakan, jarak pengeboran dari lubang sumur mencapai 50 cm (centi meter). Itu dilakukan karena lubang yang lama dianggap tidak memiliki potensi. Sumur yang pernah ia kerjakan sekarang produksinya bagus dan sudah menghasilkan puluhan ton. Itu juga hasil geser dari lubang yang lama sekira 60 cm.

"Tiga bulan kami libur, dan baru sekarang ini kami di sini. Biasanya kami kerjakan di lapangan Wonocolo,” ujar pekerja lainnya.

Membuat lubang sumur baru hanya diperbolehkan satu titik dan tidak boleh lebih. Kedalaman pun juga harus sama dengan lubang sumur yang lama.

"Kalau ini kedalamannya sekira 250 meter;” tandasnya.

Ketua PPMST, Supraptono, menyatakan, jika dilakukan pengeboran sumur baru di samping lubang yang lama tidak menjadi persoalan. Selama masih dalam batas toleransi. Misalnya bergeser 1 meter sampai 2 meter selama masih dalam satu titik koordinat. Walaupun geser 50 cm itu tidak mempengaruhi koordinat.

"Yang tidak boleh itu, pindah koordinat sumur lama,” kata pria yang akrab disapa Suprat ini dikonfirmasi terpisah.

Jika pekerjaan tersebut masuk dalam kategori well servis. Dengan tetap mengacu pada kedalaman sumur lama.

"Kalau sumur disamping kedalamannya 250 meter maka lubang sumur baru kedalamannya juga harus sama,” ungkapnya.

Terkait dengan rencana pemboran di titik LDK 021, menurut dia, itu bagian dari Well Sevis. Dirinya menambahkan, pada bulan Agustus ini, Pertamina memberikan izin Well Servis sebanyak 2 titik sumur.

"LDK 021 dan LDK 025 yang dikerjakan selama 2 bulan. Dengan menggunkanan alat sederhana berupa sepindel atau rig kecil yang digerakkan dengan mesin,” terangnya.

Sementara Goverment and Public Relations Asistant Manager Pertamina EP Asset 4, Pandji Galih Anoraga, menegaskan, dengan alasan apapun tidak dibenarkan adanya pengeboran baru.

Larangan pemboran baru telah diatur dalam Permen ESDM nomor 1 tahun 2008 tentang pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua.

“Sangsi apabila nekad melakukan pemboran juga terdapat pada permen tersebut,” tegas Pandji.(ams)

Dibaca : 467x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan