Penambangan Pasir Liar Akibatkan Tebing dan Tanggul Rusak

Senin, 25 Februari 2019, Dibaca : 986 x Editor : samian

Ririn Wedia
Petugas Operasi dan Pemeliharaan 4 BBWS Bengawan Solo, Hidayat.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menyatakan, banyaknya penambang pasir di sepanjang bantaran sungai di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, membuat tebing dan tanggul mengalami kerusakan.

"Di wilayah hilir kerusakan berupa tebing-tebing longsor," kata petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) 4 BBWS Bengawan Solo, Hidayat, kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (24/2/2019).

Baca Lainnya :

    Dia mengungkapkan, saat ini di Bojonegoro bagian hulu belum ada bangunan pengendali banjir. Sementara keberadaan bendung gerak fungsinya hanya untuk menahan air banjir akhir musim hujan.

    "Kalau jumlah penambang pasir liar, data terakhir tahun lalu ada ratusan ya. Saya tidak hafal betul," ungkapnya.

    Baca Lainnya :

      Untuk mengantisipasi kerusakan tebing, sekarang ini dilakukan pembangunan berupa plengsengan yang terbuat dari beton dan juga ada pemecah arus. Meski demikian, pembangunan plengsengan di kanan dan kiri sungai belum bisa merata.

      "Baru sebagian dan pengerjaannya bertahap," imbuhnya.

      Dari data yang ada, kerusakan tebing diduga akibat aktivitas ilegal para penambang pasir ada di beberapa titik wilayah di Bojonegoro. Diantaranya di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander, sebagian desa di Kecamatan Kalitidu, Kecamatan Padangan dan Kecamatan Purwosari.

      "Longsor di setiap tebing mencapai 1 sampan 2 meter," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more