Pengelolaan Blok ADK Dikerjasamakan dengan Pertamina EP Asset 4

Kamis, 11 Juli 2019, Dibaca : 308 x Editor : samian

Ahmad Sampurno
General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto,


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora –Pengeloaan lapangan migas Blok Alas Dara Kemuning (ADK) di Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dikabarkan  bakal dikerjasamakan dengan Pertamina EP Asset 4. Blok tersebut, dioperatori oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK).

“Dalam pengeloaan dan Eksploitasinya akan dikerjakan seperti Facility Sharing Agreement saja,” ujar General Manager Pertamina EP Asset 4  Agus Amperianto, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (11/7/2019).

Baca Lainnya :

    Jadi, kata dia, sarana dan fasilitas produksinya diolah atau dititipkan ke Asset 4.

    “Sementara cost operation dibebankan kepada PEPC ADK sebagai at cost,” kata pria ramah ini.

    Baca Lainnya :

      Menurut Agus, tujuan kerja sama itu adalah efisiensi dan sinergi antar anak perusahaan Hulu Pertamina.

      “Blok nya tetap sama dibawah operasi PEPC ADK,” tandasnya.

      “PEPC ADK sedang mempersiapkan aspek compliance untuk rencana kerja sama asset ini,” tambahnya.

      Sementara, Humas PEPC ADK, Gayatri Handari Kusumawardhani, belum memberi tanggapan terkait rencana kerja sama tersebut. Pesan singkat yang dikirim wartawan belum ada jawaban.

      Di beritakan sebelumnya, PEPC ADK berencana melakukan pengembangan gas lapangan kemuning. Menurut rencana dari lembaran pengumuman ijin Lingkungan yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, tertanggal 15 Februari 2019, gas Sumur Eksisting NGU-1X dioperasikan pada bulan Juli 2019 sampai 2025.

      Pada tahun 2025, umpan dari NGU-2 dialirkan bersama umpan NGU-1X. Dengan Kapasitas gas total sebesar 3,5 MMSCFD. Laju umpan masing-masing sumur sebesar 1,75 MMSCFD. Sementara, produksi Liquid (Condensate dan Produced Water) maksimum sebesar 182 barel per hari.

      Informasi terakhir, pihak Pertamina Gas (Pertagas) telah melakukan audiensi dengan Bupati Blora, Djoko Nugroho terkait pengembangan lapangan tersebut. Bahkan, berencana melakukan pipanisasi gas sejauh 4 sampai 6 kilometer dari lokasi sumur. Gasnya akan dimanfaatkan untuk industri. (ams)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more