Pengembangan Sumur Migas Wonopotro di Tangan Pemerintah

Kamis, 15 Agustus 2019, Dibaca : 338 x Editor : nugroho

Ahmad Sampurno
TAK EKONOMIS : Pertamina Hulu Energi mengembalikan Sumur Migas Wonopotro ke pemerintah.


SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora - Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting mengaku telah mengembalikan sumur Wonopotro (Won-1) di Desa Plantungan Kecamatan Blora, kepada pemerintah karena tidak ekonomis untuk dikembangkan.

Sumur Wonopotro-1 selesai dibor tahun 2015 lalu, dengan kedalaman 1.500 meter. Hasilnya ditemukan cadangan minyak dan gas (migas), namun tidak ekonomis dikembangkan.

Baca Lainnya :

    Dari empat lapisan tanah yang diuji, lapisan pertama hanya menghasilkan gas 0,0016, lapisan ke-dua menghasilkan minyak 7,8 BOPD dan gas, lapisan ketiga menghasilkan minyak 9,4 dan gas 0,011. Sedangkan lapisan keempat 100 persen menghasilkan air.

    "Sumur itu tidak ekonomis. Untuk rencana selanjutnya tergantung pemerintah," ujar Field Relations PHE, Eko Broto saat berada di Yogyakarta menghadiri workshop bersama mediam

    Baca Lainnya :

      Karena alasan itulah, PHE Randugunting kemudian pindah ke Rembang, Jawa Tengah, untuk melakukan pengembangan sumur eksplorasi Randugunting 2 (RGT-2) di Desa Krikilan, Kecamatan Sumber. 

      PHE Randugunting segera melakukan produksi gas dari sumur tersebut. Rencana pengembangan (Plant of development/PoD)-1 Sumur RGT-2 telah disetujui SKK Migas sejak Januari 2019.

      "Awal tahun 2019 sudah disetuji," sambung Divisi Operasi PHE, Riko Media Putra.

      PHE Randugunting segera melakukan monetisasi untuk menindaklanjuti PoD tersebut.

      "Dari management dan operasi sudah merancang perncanaannya tetap pada tahun ini, sebetulnya di bulan Oktober tentatifnya," tegasnya.

      Jumlah gas yang akan diproduksi dari Sumur RGT-2 sebesar 3 juta standart kaki kubik (milion standar cubic feet per day/MSCFD).

      "Tahapan pembangunan fasilitas produksi juga akan dilakukan di lokasi. Gas-nya dijadikan comprassed natural gas atau CNG," ucap Riko, sapaan akrabnya.

      Ditambahkan,izin lingkungan untuk pengembangan fasilitas produksi sudah disetujui Bupati rembang.(ams)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more