Selasa, 17 Juli 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pengukuran Tukar Guling TKD Lamban

Editor: utama
Kamis, 12 Juli 2018
Ali Imron
JALUR PIPA : Peta jalur pipa minyak yang melintas wilayah Kecamatan Palang sebelum masuk FSO gagak Rimang.

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

 

Tuban- Rencana tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang menjadi jalur pipa distribusi minyak mentah dari Lapangan Banyuurip, Blok Cepu terkesan lamban. Sampai detik ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cabang Tuban belum mendapatkan penugasan dari Kanwil BPN Jatim.

“Kita belum dapat penugasan dari Kanwil,” ujar Kepala BPN Cabang Tuban, Ganang Anindito, kepada suarabanyuurip.com di kantornya, Kamis (12/7/2018).

Ganang, sapaan akrabnya, menjelaskan, proses pengukuran tanah pengganti TKD di Tuban baru bisa dilakukan setelah ada penugasan dari Kanwil. Sekalipun semua Kepala Desa di Kecamatan Soko, Rengel, Plumpang, Widang, Semanding, dan Kecamatan Palang sudah setuju, namun pihaknya tidak mau gegabah.

Saat pertemuan Kades sekitar bulan April 2018 lalu, Ganang belum terlibat. Baru setelah ada penetapan lokasi, BPN sebagai ketua pengadaan lahan bisa bergerak untuk memproses TKD.

“Nanti kita ukur luasannya berapa karena itu asset desa,” jelas mantan Kepala BPN Bojongoro ini.

Tahap selanjutnya, dilakukan penilaian oleh aprasial independen. Sedangkan BPN akan mengumumkan besaran ganti ruginya sekian. Untuk waktunya belum bisa dipastikan, tapi keinginannya segera mungkin.

Sementara, Kades Sawahan, Sunarto, meminta tukar guling TKD menguntungkan bagi desa. Seumpama lahan yang dilalui pipa tersebut harganya Rp1 miliar, juga harus dicarikan lahan dengan harga sama.

“Sembilan Kades tak ingin rugi dalam tukar guling TKD yang dilalui pipa Blok Cepu ini,” sergahnya.

Narto sapaan akrabnya, menjelaskan, sembilan desa di Kecamatan Rengel yang dilalui pipa Blok Cepu meliputi Desa Pekuwon, Maibit, Sawahan, Rengel, Ngadirejo, Sumberejo, Punggulrejo, Campurrejo, dan Banjaragung. Untuk panjang TKD yang dilalui pipa minyak setiap desa bervariasi. Khusus di Desa Sawahan luasannya hanya sedikit, karena sewa setahun hanya Rp9 jutaan.

Pasca pertemuan di salah satu hotel di Jalan Basuki Rahmat Tuban pekan lalu, para kades telah menyetujui rencana tukar guling TKD tersebut. Pemangku kebijakan ditingkat desa itu tak bisa menolak, karena aturannya demikian sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

Sebatas diketahui, operator Lapangan Migas Blok Cepu, EMCL memiliki jaringan pipa darat 20 inci sepanjang 72 Kilo meter (KM) mulai tapak sumur Banyurip di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, hingga bibir pantai Palang Tuban, dan 23 KM pipa di bawah laut menuju Floating and Storage  Offloading (FSO) Gagak Rimang. Pipa itu untuk mengalirkan minyak mentah yang diproduksi dari Banyuurip. (Aim)

 

 

 

Dibaca : 507x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan