Rabu, 19 Juni 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Penyebaran HIV-AIDS di Ring 1 JTB Bukan dari Pendatang

Editor: nugroho
Selasa, 28 Mei 2019
Ist
Dr Whenny Diah P saat sosialisasi bahaya HIV-AIDS dan penyakit menular lainnya.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebaran human immunodeficiency virus/acquride immune deficiency syndrome atau HIV-AIDS di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, termasuk di wilayah Kecamatan Ngasem-sentra proyek Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB)-bukan dikarenakan pendatang. Melainkan akibat prilaku seks menyimpang atau seks bebas yang dilakukan warga setempat. 

"Catatan kami, penderita ini memiliki penyimpangan seksual," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Bojonegoro, Dr Whenny Diah P, saat ditemui suarabanyuurip.com di kantornya, Senin (27/5/2019). 

Dikatakan, jumlah penderita HIV-AIDS di Bojonegoro tahun 2019 ini mengalamai tren kenaikan dibanding tahun lalu. Hingga Maret ini terdapat 29 kasus, dan sebagian besar dideteksi ada di Kecamatan Ngasem. 

"Meski begitu, bukan berarti di sana disebut kantong HIV-AIDS. Karena penyakit ini merata di Bojonegoro. Hanya saja tidak menentu. Kadang di satu kecamatan itu bisa sampai tiga tahun menjadi wilayah tertinggi jumlah penderitanya," tuturnya.  

Data yang dia pegang, sepanjang 2018 lalu, sebanyak 190 kasus. Dari jumlah tersebut, tertinggi di Kecamatan Ngasem sebanyak 16 kasus. Jumlah tersebut sama dengan wilayah Kalitidu. Disusul wilayah Kecamatan Bojonegoro sejumlah 15 kasus.

"Kita bersama Komisi Penanggulangan AIDS Bojonegoro terus melakukan sosialisasi guna mencegah penularan dan penyembuhan bagi penderita," ujarnya. 

Diungkapkan, tahun ini mulai ditemukan kasus penderita HIV yang meningkat statusnya menjadi AIDS karena tidak terdeteksi secara dini ataupun pengobatan yang terputus. Kondisi tersebut membuat penderita mengalami kondisi buruk sampai meninggal dunia. 

"Padahal penderita bisa berobat bahkan deteksi HIV-nya bisa hilang jika mengikuti petunjuk dokter," pungkasnya. 

Menanggapi itu, Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Wawan Kurniyanto merasa prihatin karena kasus penderita HIV-AIDS terus mengalami peningkatan. Padahal stakeholder terkait telah melakukan langkah kongkret penanggulangan penyakit tersebut. 

"Ini menjadi perhatian kami kedepan supaya ada penurunan," tegas Politisi Partai Gerindra itu dikonfrontir terpisah. 

Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak melakukan hubungan seks bebas atau hal lainnya yang bisa menularkan penyakit HIV-AIDS. Selain itu, meminta agar lembaga yang menangani lebih meningkatkan sosialisasi terhadap masyarakat.(rien)

 


Dikirim dari Yahoo Mail di Android

Dibaca : 3380x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan