Perkembangan Pendidikan Sekitar Industri Migas Stagnan

Selasa, 11 Juni 2019, Dibaca : 341 x Editor : nugroho

ririn wedia
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro, Adi Prayitno.


SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Bojonegoro menyampaikan jika perkembangan Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Kejuruan (SMK) di sekitar industri migas masih stagnan.  Belum ada peningkatan sarana prasarana maupun sumber daya pengajar. 

"Kondisi terjadi di Kecamatan Ngasem, Tambakrejo, Purwosari dan sekitarnya," kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro, Adi Prayitno, saat ditemui di kantor, Senin (10/6/2019) kemarin.

Baca Lainnya :

    Diungkapkan, sejak menjabat pada Januari 2019 lalu, pihaknya belum menerima laporan  terkait bantuan dari operator migas seperti ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), maupun Pertamina EP Cepu (PEPC).

    "Seharusnya keberadaan industri migas  bisa memberikan dampak pada peningkatan pendidikan juga," tegasnya. 

    Baca Lainnya :

      Meski demikian, bukan berarti sekolah sekitar industri harus meminta bantuan untuk peningkatan tersebut. Semua harus berasal dari inisiatif perusahaan migas.

      "Kalau kita yang mengajukan permohonan itu, kok kesannya gimana gitu ya. Namanya juga permohonan, dikabulkan atau tidak tergantung mereka," tandasnya. 

      Menanggapi hal itu, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya mengungkapkan,  dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat, termasuk program pendidikan, EMCL berkoordinasi dengan dinas terkait. 

      "Salah satu contohnya program Pusat Belajar Guru di Bojonegoro," tegasnya. 

      EMCL mendukung program dan sarana pendidikan melalui Pusat Belajar Guru (PBG) Bojonegoro di bawah Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro. Melalui pusat ini, para pendidik dapat memanfaatkan beragam program pelatihan, sarana perpustakaan, jaringan internet hingga beragam alat peraga pengajaran.

      Sementara JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Kunadi, mengaku masih akan merekap data program pendidikan terlebih dahulu.

      "Saya minta temen di lapangan rekap data dulu ya," pungkasnya.(rien)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more