Rabu, 22 Agustus 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Pertamina EP Resmi Operatori Lapangan Migas Sukowati

Editor: nugroho
Selasa, 22 Mei 2018
dok/sbu
LAPANGAN MIGAS SUKOWATI : Pertamina EP Aset 4 Field Cepu mengambilalih pengelolaan Lapangan Migas Sukowati dari JOBP-PEJ.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Penentuan status pengelolaan Lapangan Migas Unitisasi Sukowati, Blok Tuban, yang terletak di Kabupaten Bojonegoro,  akhirnya mencapai titik terang, setelah habis masa kontraknya pada tanggal 28 Februari 2018 lalu, dan kemudian diperpanjang sementara selama 6 bulan.

Mengacu pada keputusan Menteri ESDM Nomor 2800/13/MEM.M/2018 tanggal 17 Mei 2018, Lapangan Sukowati yang sebelumnya dioperatori oleh  Joint Operating Body- Pertamina Petrochina East Java (JOBP-PEJ), diserahkelolakan kepada PT Pertamina EP, sejak 20 Mei 2018. 

Peralihan pengelolaan Lapangan Sukowati dilakukan seremonial sederhana yang diawali dengan Safari Ramadhan dan pemberian santunan kepada sekitar 100 Anak Yatim Piatu dari lingkungan sekitar wilayah Sukowati dan central processing area (CPA) Mudi, pada tanggal 19 Mei 2018 kemarin.

“SKKMigas berterima kasih kepada operator yang lama karena telah menjalankan operasi migas dengan baik dan berharap agar operator yang baru bisa menjaga produksi Lapangan Sukowati untuk mendukung tingkat produksi migas nasional,” kata Manager Operasi Wilayah 1 SKKMigas, Imam Purwanto melalui siaran pers yang dikirim Assistant Manager Pertamina EP Panji Galih Anoraga, Selasa (22/5/2018).

Sementara itu, Presiden Direktur PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, menyampaikan Unitisasi merupakan salah satu model kerjasama yang umum terjadi di Industri migas. Di Pertamina EP saja ada sekitar tujuh Unitisasi di seluruh Indonesia salah satunya Unitisasi Sukowati.

“Alhamdulillah PT Pertamina EP ditetapkan sebagai operator baru Lapangan Unitisasi Sukowati Fasilitas Produksi CPA Mudi dan FSO Cinta Natomas yang untuk pengelolaan operasinya akan dilaksanakan oleh tim dari PT Pertamina EP Asset 4,” ujar Nanang Abdul Manaf.  

Alih Kelola Unitisasi Lapangan Sukowati dari PHE Tuban East Java kepada Pertamina EP diserahterimakan pada 20 Mei 2018 pukul 00.01 WIB. 

"Kami Pertamina EP, PHE Tuban East Java, SKK Migas bersama - sama berada di Fasilitas CPA Mudi untuk menyaksikan proses dimulainya peralihan status operator pengelola Lapangan Sukowati yang mulai dioperatori oleh Pertamina EP sejak 20 Mei 2018,” ujar Nanang.

Sebelumnya, telah dilakukan penyerahan WK Tuban dari JOB PPEJ yang diwakili Darwin Tangkalalo selaku GM PPEJ kepada PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Tuban East Java yang diwakili oleh Afif Saifudin selaku Direktur PHE Tuban East Java.

“Kerjasama yang baik antara PHE, Pertamina EP dan mitra lainnya telah terbukti selama kurun waktu 30 tahun terakhir di Blok Tuban East Java. Semoga sinergi ini semakin baik dan bisa memberi hasil yang positif untuk produksi migas terutama di Blok Tuban,” ujar Afif Saifudin.

Afif juga menyatakan  berbagai upaya akan dilakukan oleh PHE Tuban East Java untuk mencari cadangan dan meningkatkan produksi migas Blok Tuban. Setelah Lapangan Sukowati di Blok Tuban akan dikelola oleh Pertamina EP, PHE akan mengelola lapangan-lapangan lain di Blok Tuban, seperti Mudi, Sumber, dan Lengowangi dengan kontrak bagi hasil gross split.

“Berdasarkan rencana kerja yang telah disusun PHE Tuban East Java, Kami akan melakukan well services, work over, serta study GGR,”  tambah Afif. 

Untuk diketahui hingga akhir tahun 2017, produksi JOB PPEJ mencapai tingkat produksi minyak (gross) sebesar 10,5 ribu barel per hari dan produksi gas (gross) sebesar 14,2 juta standar kaki kubik per hari. Tahun 2018, WK Tuban memiliki target produksi minyak sebesar 8,11 ribu barel per hari (gross) dan produksi gas sebesar 11,11 juta standar kaki kubik per hari (gross).

Produksi WK Tuban diawal pengembangannya Desember 1997 berproduksi sekitar 6.500 BOPD dan mencapai puncak produksi di Oktober Tahun 2011 mencapai 47.000 BOPD. Dan kondisi per bulan April 2018, produksi dari Lapangan Unitisasi Sukowati mencapai 6.800 BOPD.

“Kami sudah menyiapkan beberapa strategi mengoptimalkan produksi di Lapangan Sukowati, diantaranya dengan menyiapkan rencana pemboran, perbaikan sarana produksi PPEJ dan proyeksi hingga Desember 2018 produksi mencapai lebih dari 7.000 BOPD,” sergah Nanang Abdul Manaf, menutup penjelasannya.(rien)

 

 

Dibaca : 464x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan
iklan