Senin, 18 Februari 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
iklan

Perwakilan 9 Desa, Tuntut Meindo Prioritaskan Warga Lokal

Editor: samian
Sabtu, 09 Februari 2019
Ririn Wedia
TNI POLRI JAGA KETAT : Warga perwakilan 9 desa gelar aksi demo menuntut Meindo prioritaskan warga lokal di proyek Kedungkeris

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

 Bojonegoro - Sebanyak 50 orang yang tergabung dalam Asosiasi Tenaga Kerja Oil dan Gas Bojonegoro (Astek On GGO) melakukan aksi demo di Lapangan Kedungkeris, Blok Cepu, Sabtu (9/2/2019). Mereka menuntut agar kontraktor Enginering, Procurement, and Constructions (EPC) Kedungkeris, PT Meindo Elang Indah memprioritaskan warga lokal dalam mendapatkan pekerjaan di proyek pipa minyak Kedungkering menuju lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

50 orang tersebut perwakilan dari 9 desa ring 1 Kedungkeris, diantaranya dari  Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Desa Sukoharjo, Desa Kalitidu, Leran, Kecamatan Kalitidu, Desa Jelu, Wadang, Tengger dan Bareng, Kecamatan Ngasem, serta Desa Ngablak, Kecamatan Dander.

Koordinator Aksi, Kamaludin, menyatakan, aksi demo ini meminta agar operator Lapangan Kedungkeris, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan kontraktornya PT Meindo Elang Indah tetap mengutamakan warga lokal sesuai Perda No 23 tahun 2011 tentang konten lokal.

"Kami menolak campur tangan LSM lain diluar ring 1  Blok Cepu," tegas Kamal, sapaan akrabnya, kepada Suarabanyuurip.com.

LSM yang dimaksud adalah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menamakan diri sebagai Forum Kedaulatan Masyarakat Bojonegoro (FKMB) yang disinyalir sudah meresahkan warga lokal sekitar Kedungkeris.

Menurut pemuda 25 tahun ini, FKMB diduga merupakan LSM abal-abal dan LSM Bodrek atau hanya mencari keuntungan sendiri dengan mengatasnamakan warga lokal untuk mendapatkan pekerjaan. Bahkan, saat dilakukan kroscek, Ketua FKMB bukan dari Bojonegoro.

"Jangan sampai ada yang mengatasnamakan warga lokal, tapi ternyata dia sendiri bukan orang lokal. Kami tidak mau dapat pekerjaan melalui calo. Kami tahu, tujuan sebenarnya LSM ini," lanjutnya.

Sementara Humas PT Meindo Elang Indah, Annan Sutrisno, ketika dikonfirmasi Suarabanyuurip.com melalui telephone terkait tuntutan dari perwakilan 9 desa tersebut belum memberikan jawaban.

Aksi yang dilakukan dipintu masuk Lapangan Kedungkeris ini, nampak dijaga puluhan aparat keamanan TNI dan Polri. Sesuai aturan, pendemo tidak diperbolehkan masuk area proyek karena merupakan Objek Vital Negara.(rien)

 

Dibaca : 827x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>