Kamis, 18 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Petani Cepu Sulit Beli Solar di SPBU

Editor: nugroho
Selasa, 25 Juni 2019
Ahmad Sampurno
TERANCAM MATI : Petani di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu sulit mendapatkan solar di SPBU untuk mesin pengairan.

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampuerno

Blora - Petani di Desa Kapuan, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mengaku kesulitan mendapatkan solar untuk bahan bakar mesin pengairan dan mesin pertanian mereka. Kondisi tersebut berpotensi mengakibatkan tanaman mati karena kekurangan air. 

Ngasimin (65), petani Desa Kapuan, menyatakan, sudah seminggu terakhir sulit memperoleh solar. Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) enggan melayani petani. Meskipun telah membawa surat dari kepala desa.  

Solar tersebut, lanjut dia, sejatinya diperuntukkan mengisi mesin diesel pengairan sawah, dan traktor.

"Kalau pengairan memang sebagian sudah menggunakan sumur sibel (tenaga listrik). Tapi kan yang lain juga masih menggunakan diesel," kata dia kepada suarabanyuurip.com, Selasa (25/6/2019).

Dia mengaku gelisah karena sulitnya memperoleh solar. Salah satu jalan meminta bantuan truk untuk membeli solar ke SPBU untuk kemudian dipindah ke jerigen. Supaya bisa tetap mengairi sawah.

"Apalagi ini mau tanam kacang terpaksa ditunda dulu karena tidak ada air. Solar sulit," ucapnya. 

Kepala Desa Kapuan, Hariyono, membenarkan sulitnya petani di desanya untuk mendapatkan solar di SPBU.

"Petani banyak yang ngeluh. Sumur sibel tenaga penggeraknya juga pakai mesin. Tidak semua pakai listrik," sambungnya dikonfirmasi terpisah. 

Dijelaskan, surat rekomendasi yang biasa dikeluarkan pemerintah desa sudah tidak berlaku. SPBU tidak mau melayani pembelian solar dari petani.

"Tidak tahu alasannya kenapa. Saya sendiri juga sulit dapat solar," ucapnya.

Oleh karena itu, pihaknya menyayangkan sikap SPBU. Dia menduga SPBU curiga solar yang dibeli petani ditimbun dan dijual lagi untuk kebutuhan industri.

"Masak petani mau timbun solar, kan nggak masuk akal," tegasnya.

Ketua DPC Hiswana Migas Wilayah Pati, Suma Novendi menyampaikan, petani bisa memperoleh solar hanya dengan surat rekomendasi dari Kepala Desa atau camat untuk kebutuhan pertanian. Keputusan tersebut hasil rapat bersama Dinas Perdagangan dan Koperasi (Dindagkop) Blora belum lama ini.

"Kalau ada surat rekomendasi, diperobolehkan," tegas Suma.(ams) 

Dibaca : 319x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan