Kamis, 18 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

PMII Bojonegoro Pertanyakan Janji Politik Bupati Anna

Editor: nugroho
Rabu, 19 Juni 2019
ririn wedia
UNJUK RASA : PMII Bojonegoro mempertanyakan program KPM yang dijanjikan Bupati Anna saat kampanye.

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro - Sebanyak 25 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indoensia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur, berunjuk rasa mempertanyakan janji politik Bupati dan Wakil Bupati Anna Mu'awanah-Budi Irawanto saat kampanye, Rabu (19/6/2019). Salah satunya  pemberian Kartu Petani Mandiri (KPM) bagi para petani.

Ketua PMII Bojonegoro, Nurhayan mengungkapkan, kartu KPM  yang dijanjikan Bupati dan Wabup Anna-Wawan tidak bisa diakes semua petani.  Sesuai Peraturan Bupati (Perbup) No48 tentang Program Petani Mandiri, hanya petani yang tergabung dalam kelompok tani.

"Artinya kartu ini tidak merata dinikmati petani Bojonegoro," tegasnya saat orasi.

Ia menilai, program Petani Mandiri yang digagas Bupati perempuan pertama Bojonegoro itu tidak tepat sasaran. Karena untuk mengakses program pertanian, petani harus memiliki KPM dan tergabung dalam kelompok tani.

"Namun kenyataan di lapangan masih banyak petani yang belum tergabung dalam kelompok," tegasnya.

Aksi mahasiswa dilakukan di Bundaran Kelurahan Sumbang, Kecamatan Bojonegoro. Mereka berorasi dan membentang sejumlah poster berisi tuntutan.

Setelah itu mereka melanjutkan orasinya menuju Kantor DPRD dan Pemkab Bojonegoro di Jalan Mas Tumapel.

Aksi ini bersamaan dengan kabar kedatangan Bupati Anna dari lawatannya ke Inggris untuk memenuhi undangan Young International Professional Association (YIPA). Mantan politisi senayan itu dijadwalkan tiba di Bojonegoro hari ini pukul 14:Wib.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Dinas Pertanian, Helmi Elisabeth belum memberikan tanggapan terkait demo tersebut.

"Nanti saya jelaskan, ini mau ke Dinas Pertanian," pungkasnya.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Bojonegoro, Senthot Susena, sebelumnya menjelaskan telah mengganggarkan Rp15 miliar untuk penerima program Kartu Petani Mandiri (KPM).

"Pemberian KPM ini harus melalui kelompok tani dan memiliki syarat tertentu. Diantaranya, bukan buruh tani, dan minimal memiliki sawah seluas dua hektar," ujarnya seperti yang pernah diberitakan suarabanyuurip.com.

Sesuai data di Dinas Pertanian, jumlah kelompok petani yang ada di Kabupaten Bojonegoro sekarang ini sebanyak 1.548 kelompok. Sementara petaninya berjumlah 219.000.

Saat ini, program KPM belum dilaksanakan karena masih tahap sosialisasi di tingkat desa. Sementara, Dinas Pertanian juga melakukan cetak kartu bagi 20.000 petani yang akan mendapatkan program.

"Program ini akan kita lakukan bertahap untuk mengcover semua petani Bojonegoro," pungkas Sentot.(rien)

 

Dibaca : 459x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan