PMII Tuding Pemkab Bojonegoro Tak Berpihak Rakyat

Demo Pengoperasian RS Veteran

Selasa, 04 Desember 2012, Dibaca : 1718 x Editor : nugroho

ainur rofik
SAMPAIKAN ASPIRASI : PMII Bojonegoro ketika berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Bojonegoro menuntut RSI segera difungsikan.


SuaraBanyuurip.com - Ririn W-Ainur Rofik

Bojonegoro - Sebanyak 50 mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan demonstrasi menuntut difungsikannya Rumah Sakit Tipe B dijalan Veteran, Selasa (4/12/2012). Mereka menilai mangkraknya rumah sakit bertaraf international bertahun-tahun itu membuktikan jika pemerintah kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tak mampu mengelola keuangan daerah secara baik.

Menurut Ketua Umum PMII, Nanang Andrean, dalam pengelolaan pajak, pemerintah diberikan kewenangan mengarahkan anggaran selama sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Baik belanja pegawai negeri, belanja modal, maupun belanja barang dan jasa.

Baca Lainnya :

    "Alasan pemerintah jika APBD Bojonegoro tak mancukupi untuk mengoperasionalkan RS itu tidak masuk akal. Bila pemerintah waras, anggaran proyek yang nilainya rastuan milyaran dan tidak menyentuh kepentingan masyarakat secara luas dapat dialihkan untuk mengoperasikan rumah sakit ini,” papar Nanang.

    Seharusnya, kata Nanang, dari ketiga belanja itu pemerintah dapat menganalisasi mana yang mestinya didahulukan dan berpihak kepada kebutuhan rakyat. Apalagi, selama ini banyak pemberitaan terkait RSU Sosodoro Djatikusumo yang overload.

    Baca Lainnya :

      “Jika berpihak kepada rakyat, kenapa RSI ini tidak difungsikan saja daripada mangkrak begitu?," tegasnya.

      Usai melakukan orasi di Bundaran Adipura Jalan Diponegoro, Kelurahan Sumbang Kecamatan Bojonegoro, massa kemudian menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Namu ditempat ini tidak ada satupun anggota dewan yang menemui kemudian demo dilanjutkan di depan halaman Pemkab Bojonegoro.

      Saat berada di Pemkab Bojonegoro, puluhan mahasiswa di temui Kepala Dinas Kesehatan, Hariyono dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Andy Tjandra.  

      "Kita telah membahas kelayakan rumah sakit tipe B dan nantinya akan disampaikan kepada DPRD untuk pembahasan kedepanya," jelas Haryono.  

      Namun, mahasiswa tetap menuntut rumah sakit itu segera dioperasikan sehingga bisa pakai rakyat yang membutuhkan kesehatan. Sebab, menurut mereka, jika angaran APBD tidak mencukupi untuk operasional rumah sakit, mengapa pemkab malah mengangarkan proyek yang yang nilainya mencapai ratusan miliyar.

      "Bukannya mengoperasikan rumah sakit, tapi justru pemerintah merehab 30 kamar hotel GDK senilai Rp. 4 miliyar, bangun GOR Rp.25 miliyar, dan 179 embung Rp.30miliyar, dan lain-lain,” ungkap Nanang Andrian kembali ketika berdialog dengan pejabat Pemkab Bojonegoro.  

      Ketika  berada di Pemkab Bojonegoro para mahasiswa juga memberikan uang recehan kepada pejabat yang menemui sebagai tanda bantuan untuk membeli sarana dan prasarana kebutuhan rumah sakit.  

      Lain itu mereka juga mengumpulkan tanda tangan diatas spanduk yang di pasang di depan rumah sakit. Mereka juga mengancam menggelar aksi lebih besar jika tuntutan mereka tidak direspon. (rof/rin)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more