Proyek Kilang Tuban Diikuti Upgrade Kilang Tua

Senin, 29 Juli 2019, Dibaca : 1064 x Editor : samian

Teguh Budi Utomo
Salah satu sudut Kilang Minyak Balongan di Indramayu, Jawa Barat.


SuaraBanyuurip.com - Teguh Budi

Indramayu -  Proyek pembangunan kilang minyak Tuban, Jawa Timur, bakal diikuti dengan upgrade sejumlah kilang lama milik Pertamina. Melalui cara itu kebutuhan BBM di tanah air bakal tercukupi, tanpa harus impor.

Di perkirakan proyek Kilang Tuban dengan kapasitas produksi 400 ribu barel, dan upgrade (perbaikan dan pengembangan) kilang lama bakal rampung pada 2025/2026 mendatang.

Baca Lainnya :

    Sedangkan kilang lama yang bakal diupgrade masing-masing; Kilang Balongan di Indramayu,  Jawa Barat, dengan kapasitas produksi 125 ribu barel per hari, kilang Cilacap (350.000 barel), kilang Dumai, kilang Balikpapan dengan kapasitas 320.000 barel per hari.

    Di Balongan sendiri, telah ada upgrade pengolahan minyak tanah (karosene) menjadi Avtur dengan kapasitas sebanyak 29.000 barel per hari. Bahan bakar untuk pesawat terbang ini distribusi ke Bandara Husein Sastranegara Bandung, dan Soekarno Hatta.

    Baca Lainnya :

      "Program tersebut akan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional," kata Krisna dari Refenery Unit (RU) VI Balongan saat mendampingi Manager Comrel and CSR Kilang Balongan, Eko Kristiawan dihadapan 36 jurnalis dari Tuban dan Bojonegoro di gedung Patra Ayu Perumahan Pertamina Balongan, Senin (29/7/2019).

      Kilang Balongan yang terhitung kilang paling muda dan berteknologi paling modern karena dibangun pada tahun 1994, mengolah crude (minyak mentah) dari sumur minyak Minas dan Duri wilayah Riau, Sumatra. Setelah dua ladang itu produksinya menyusut kini mengolah minyak mentah dari daratan Afrika.

      Jika kilang Tuban terbangun dan kilang lain direvitalisasi, tambah Eko Kristiawan, diperkirakan bakal mampu menghasilkan produksi BBM nasional pada kisaran tahun 2025-2026 hingga 2 juta barel.

      Saat ini produksi BBM dari kilang milik Pertamina sebesar 800.000 barel per hari, sedangkan kebutuhan BBM nasional sudah mencapai 1,5 juta barel.

      Di sekitar Kilang Balongan terdapat lahan milik Pertamina seluas 120 hektar. Lahan yang kini digarap petani setempat tersebut bakal dipakai untuk pengembangan kilang.

      Balongan saat ini mempekerjakan 1.000 karyawan organik Pertamina. Belum termasuk tenaga supporting berupa tenaga kontrak, dan outsourcing yang jumlah ditaksir mencapai 3.000 orang.

      Kalau kilang Tuban berdiri dengan kapasitas produksi 400.000 barel per hari, diperkirakan bakal menampung tenaga kerja organik 4.000 orang. Belum termasuk tenaga supporting yang lebih banyak lagi jumlahnya.

      "Di kilang Balongan semua tenaga awalnya mendapatkan pelatihan hingga menjadi skill," tambah Eko Kristiawan. (tbu)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more