Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Rekaman CCTV Buktikan Bull Kalimantan Tak Tabrak Nelayan

Editor: nugroho
Selasa, 10 Juli 2018
Ali Imron
TAK ADA TABRAKAN : Saat Bull Kalimantan berpapasan dengan kapal nelayan Tambakboyo.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Laporan ditabraknya perahu nelayan Desa/Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, bernama Mardi Susanto pada tanggal 3 Juli 2018 lalu, menemukan titik terang. Setelah representatif  PT Gemilang Bina Lintas Tirta selaku wakil pemilik Kapal Bull Kalimantan menunjukkan rekaman CCTV, dan terbukti jika kapal nelayan tidak ditabrak oleh Bull Kalimantan.  

“Pemilik Kapal Bull Kalimantan yang diwakili Suhadi telah silaturahim ke Kecamatan Tambakboyo dan menunjukkan rekaman CCTV-nya,” ujar Camat Tambakboyo, Didik Purwanto, kepada suarabanyuurip.com, Selasa (10/7/2018).

Rekaman pertama menunjukkan pukul 08:28 WIB dengan durasi 01:02 menit. Terlihat jarak antara kapal nelayan, dengan kapal tanker muatan minyak mentah cukup jauh. Saat berpapasan, kapal nelayan hanya terkena gelombang laju Bull Kalimantan tetapi terlihat tidak mengalami kerusakan apapun begitu pula dari rekaman dari CCTV belakang sebelah kanan yang berdurasi 00:27 menit terlihat kapal nelayan tersebut juga aman, sampai jaraknya menjauh dari Bull Kalimantan.

Sementara, nelayan Tambakboyo, Mardi Susanto sendiri juga menyatakan bahwa kapalnya tidak pernah ditabrak Bull Kalimantan. Nelayan tersebut menduga mungkin jaringnya terbentang di alur pelayaran jadi terkena pengaruh gelombang dan laju kapal MT Bull Kalimantan.

“Alhamdulillah masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelasnya.

Pihaknya meminta maaf apabila informasi yang sebelumnya diberikan, membuat kesalahpahaman di media maupun di masyarakat. 

Dalam surat pernyataan Nahkoda MT Bull Kalimantan, Captain Jhon Tato, menjelaskan pihaknya tidak mengalami peristiwa yang dituduhkan menabrak kapal nelayan Tambakboyo. Dia tidak bertemu atau melihat ada kapal nelayan di sekitar kapal dari pukul 08:00 sampai 12:00 WIB.

Disampaikan oleh Capt. Jhon Tato di dalam pernyataannya, waktu berangkat dari floatinf storage and offloading (FSO) Gagak Rimang sekitar pukul 06:15 WIB-07:00 WIB, memang ada beberapa kapal nelayan sekitar FSO Gagak Rimang dan FSO MT Success Chalenger XXVII. Kendati demikian, nahkoda yang melakukan olah gerak kapal tidak melihat adanya kejadian yang dituduhkan tersebut.

“Mungkin juga disebabkan oleh kapal lain, akan tetapi yang nelayan ingat adalah MT Bull Kalimantan yang kebetulan lewat apalagi sering ke Tuban.” jelasnya.

Sebagai informasi, MT Bull Kalimantan dilengkapi dengan CCTV dengan fokus depan kiri dan kanan. Sekaligus fokus di belakang kiri dan kanan yang sebagai perlengkapan keamanan kapal yang disyaratkan oleh perusahaan pemiliknya, yang dapat membuktikan ada tidaknya kejadian yang dituduhkan.

Sebagai informasi tambahan, ada beberapa kasus seperti ini yang sering terjadi di pelabuhan Cilacap. Ada nelayan nakal pura-pura jadi korban untuk mendapatkan keuntungan. 

Sementara, Syahbandar Tuban, Boby Mulya Kusuma, menjelaskan masalah ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak dibutuhkan proses hukum selanjutnya. Secara informal pihaknya menghubungi owner kapal, dan langsung ditanggapi dengan sangat kooperatif. Mereka segera menyelesaikan permasalahan ini dengan langsung mendatangi ke pihak korban.

"Di sini jelas kami syahbandar berada di tengah tanpa memihak salah satu pihak," tandasnya. 

Sesuai pesan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) buat para syahbandar agar meletakkan hati untuk mendukung, melayani dan memberikan pelayanan. Tanpa berpikir mendapatkan apa dari yang dilayani. (aim)

 

Dibaca : 5491x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan