Selasa, 13 November 2018
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Sebulan BUMD Tuban Mampu Kirim Minyak 12 Tangki

Editor: samian
Senin, 05 November 2018
Ali Imron
Plt Direktur BUMD PDAT, Cucuk Dwi Sukwanto.

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- Dari 10 sumur yang terletak di Lapangan Migas Gegunung, Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perusahaan Daerah Aneka Tambang (PDAT) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban rata-rata mampu mengirim minyak ke Pertamina EP Asset 4 Cepu Field sebanyak 12 tangki kapasitas 5.000 liter. Pengiriman tersebut tercatat sampai kuartal III 2018.

"Kita sebulan bisa kirim minyak 12 rit/tangki ke Cepu," ujar Plt Direktur BUMD PDAT, Cucuk Dwi Sukwanto, kepada suarabanyuurip.com, selepas jam kerja di Kantor Pemkab Tuban Jalan Kartini, Senin (5/11/2018).

Alumnus UPN Solo ini, menjelaskan, dari 10 sumur yang dikelola Pemkab Tuban, belum semuanya produksi. Masih banyak titik sumur tua peninggalan Belanda yang direaktivasi. Upaya ini sebagai bagian untuk mendulang minyak di cekungan bukit gegunung.

Selama semester 1 tahun 2018, BUMD Tuban  tersebut telah menyetor 60 tangki minyak ke Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu. Beberapa sumur yang diandalkannya yakni sumur nomor 16 dan 19. Sedangkan dua sumur nomor 2 dan 10, yang letaknya tak jauh dari sumur sebelumnya terus direaktivasi.

Setiap kali pengiriman minyak ke Cepu, PDAT menggunakan truk tangki dengan kapasitas 5.000 liter. Apabila sudah difilter airnya, kapasitas rata-ratanya hanya 4.700 sampai 4.800 liter.

Kapasitas rata-rata tersebut, jika dikalikan dengan jumlah 60 tangki hasilnya 288.000 liter. Sedangkan jika satu berel sama dengan 159 liter minyak, maka dalam enam bulan PDAT memproduksi 1.811 barel minyak lebih.

Selama tahun 2017, perusahaan yang berkantor di Jalan Gajah Mada Tuban ini telah meraup Rp88.551.233,63. Capaian tersebut lebih kecil dari target yang ditetapkan dalam P-APBD 2017 sebanyak Rp187.797.809,76.

"Dalam setahun hanya memproduksi 232.280,99 liter dan lebih sedikit dibanding target 517.000 liter," terang pria berparawakan ramping itu.

Minimnya produksi ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Mulai minimnya data skunder bawah permukaan yang sulit diprediksi, kondisi sumur tua yang sebagian besar sudah rusak, dan kurang efektifnya kegiatan reaktivasi sumur tua. (Aim)

Dibaca : 316x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan