Sebut Satu Sumur Gas JTB Potensi 60 MMSCFD

Jum'at, 06 September 2019, Dibaca : 472 x Editor : samian

Samian Sasongko
Dirut PEPC Jamsaton Nababan, saat memberikan sambutan diacara sosialisasi operasi pengeboran pengembangan Gas JTB di Kalitidu.


SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko 

Bojonegoro - Proyek pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) yang dikelola oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang telah ditetapkan oleh Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP).

Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru yang berpusat di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini terdapat enam sumur gas yang siap di bor. Dengan rincian empat sumur gas di Wellpad Jambaran East, dan dua sumur gas di Wellpad Jambaran Central.

Baca Lainnya :

    Dimana dalam satu sumur mempunyai potensi produksi hingga kurang lebih 60 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD gas) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).

    Hal itu disebutkan oleh Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan, diacara sosialisasi operasi pengeboran pengembangan Gas Lapangan Unitisasi JTB di Hotel Layung, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jumat (6/9/2019).

    Baca Lainnya :

      Jamsaton Nababan menjelaskan, bahwa sinergi yang baik telah ditunjukkan antara PEPC dengan Pemerintah Daerah, Polri, TNI, stakeholders terkait dan masyarakat sekitar area operasi Proyek JTB. Sehingga PEPC merupakan proyek yang kondusif. Itu menunjukkan bahwa masyarakat Bojonegoro merupakan masyarakat yang terdidik.

      Karena itu pihaknya mengucapkan terima kasih atas kerjasama dan bantuan dari semua pihak terkait.

      “Sebagai bukti ketika masa rig move terdapat 194 kontainer yang melewati jalur akses ke Proyek JTB, namun tidak ada gangguan. Ini luar biasa," tandasnya.

      Di tambahkan, kedepan agar masyarakat punya pemahaman lebih terhadap Proyek Strategis Nasional ini, sebaiknya segera diadakan skenario/latihan tanggap darurat.

      "Kami berharap apa yang kita lakukan ini dapat membawa manfaat untuk masyarakat Bojonegoro," pungkasnya.

      Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Dony Aryantho mengatakan, bahwa SKK Migas mendukung penuh Proyek JTB, agar manfaatnya semaksimal mungkin untuk masyarakat Bojonegoro. Selain itu SKK Migas juga berharap proyek JTB ini dapat selesai tepat waktu.

      "Saya mengapresiasi tim PEPC yang telah bersinergi dengan baik," imbuhnya.

      Sementara Manager JTB Site Office & PGA, Kunadi mengatakan, keterlibatan masyarakat Bojonegoro dalam Proyek JTB antara lain Program Apprentice, Beasiswa Pendidikan Diploma I Plus yang diadakan beberapa waktu lalu, dan saat ini 108 peserta tersebut sedang menjalani pendidikan di PEM Akamigas Cepu.

      "Calon Operator dan Teknisi ini nantinya merupakan generasi emas Bojonegoro yang akan berpartisipasi aktif dalam proyek JTB," kata Kunadi saat menanggapi pertanyaan Kades Pelem Sudawam, dan Kades Kaliombo Dasmin, terkait kesempatan tenaga kerja lokal, khususnya dari desa sekitar Proyek JTB diacara sosialisasi.

      Proyek JTB sendiri diperkirakan akan on stream pada 2021, dengan memproduksi sales gas 192 MMSCFD. Produksi gas sebesar 192 MMSCFD. Selain untuk meningkatkan pendapatan negara dan perusahaan, Proyek Gas JTB diharapkan dapat memberikan multiplier effect, khususnya untuk mengatasi defisit pasokan gas di Jawa Timur dan Jawa Tengah.(sam)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more