Rabu, 10 Februari 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat TWU Hentikan Produksi Kilang Mini Tenaga Kerja Asing di Bojonegoro Meningkat Pembekalan Uji Coba Alsintan Dari Maintenance Rambah Jasa Transporter Dua Keuntungan Setelah Tercapai Produksi Puncak Inilah Peluang Bisnis Bidikan BBS PPGJ Capai Produksi Puncak FITRA Minta Informasi Sumur Koro Dibuka Galian C Picu Bencana Alam Fortuner Pekerja Migas Seruduk Grand Livina Papan Informasi Desa Pelem Dipindah PPGJ Segera Diserahkan ke Pertamina JOB P-PEJ Klaim Gas Tidak Berbahaya Warga Lebih Nyaman EPF Dimatikan ADS Tantang BBS Bangun Kilang Mini Ingatkan BUMD Tak Jadi Makelar Ketua DPRD Bojonegoro Garansikan Jabatannya Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir PT IME Lanjutkan Pekerjaan Sipil Gas Flare Penjual Mamin Sekitar Kilang Mini Resah Rekanan TWU Galang Dukungan Warga Ngampel Diduga Karacunan Pad A Pemkab Bojonegoro Layangkan Surat ke SKK Migas Besuk, Lahan Pengganti TKD Gayam Diukur Nge-Tweet Berhadiah Bersama JIM Bojonegoro Himbau Waspada Penipuan Naker Proyek Kebakaran TBBM Tuban Akibat Aliran Listrik Terminal BBM Tuban Terbakar Tunggu Kepastian PHER Operasi Proyek J-TB Rekrut 100 Naker Minta EMCL Evaluasi Hasil Rekomendasinya Rekomendasi Dua Peserta Langgar Komitmen Permintaan BBM Tuban Capai 17 Persen Pemdes Sedahkidul Sukseskan GDSC Harga BBM Kembali Diturunkan FKKL-B Minta, Bongkar EPF Harus Libatkan Kontraktor Lokal Polres Buru Dua Oknum Baru Sedahkidul Khawatirkan Dampak Proyek Banyuurip Oknum Wartawan Pemeras Diancam 4 Tahun Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker Kodim 0813 Bojonegoro Berlakukan Jamdan Tak Ada Sanksi Penyelesaian TKD Gayam Ribuhan Pengunjung Padati Wisata Ngerong Puluhan Hektar Tanaman Padi Direndam Banjir Kodim 0813 Gelar Konsolidasi Upsus Water Park Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Koruptor Rugikan Negara Rp2,1 Miliar Selamatkan Hutan Melalui Lomba Ulat Jati Pemkab Tetap Pertahankan PT BBS Tantang Pemkab Menarik Pajak Galian C Penerimaan Migas Fluktuatif, Tingkatkan Iklim Investasi Sisihkan Rp10 Triliun Untuk Dana Abadi Migas Pemkab Blora Bebaskan Lahan Warga Desak Pertamina ISC Tetap Menjatah Minyak Mentah Kayangan Api Dibanjiri Pengunjung Truk Pertamina Tetap Beroperasi PAD Dishub Meningkat 5,54 Persen Penjualan Solar Turun 60 Persen BK Hentikan Kasus Laporan Komisi A Harga Solar Turun Nelayan Untung Tandatangani Kontrak Pengelolaan Wilayah Kerja Migas Hingga Akhir 2015, Pembebasan J-TB Belum Rampung Wartawan Gadungan Peras Warga Tuban Tambang Illegal Rusak Jutaan Hektar Hutan Wisata Water Park Dander Diserbu Pengunjung Sumur A dan C Tetap Berproduksi ExxonMobil Indonesia Tunjuk Presiden Baru Gelar Sarasehan Sejarah dan Kepurbakalaan Tak Ingin Penyelesaian TKD Gayam Terulang di J-TB Pastikan Tarif Angkutan Tuban Normal ADS Sebut Pemeriksaan Rutin Desak Holcim Segera Realisasikan Insentif Filosofi TKD Yang Penting Untungkan Desa

Sehari Dua Rumah Terbakar Tabung Gas LPG

Editor: nugroho
Rabu, 22 Mei 2013
dsn
OLAH TKP : Polisi melakukan olah TKP dirumah Putra Raikhan untuk memastikan penyebab kebakaran.

SuaraBanyuurip.com - D Suko

Bojonegoro- Dalam sehari dua peristiwa kebakaran akibat ledakan tabung gas LPG terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (22/5/2013). Insiden tersebut  nyaris merenggut nyawa.

Kebakaran pertama terjadi di rumah Santoso, warga RT 1, RW 1 Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, pada pukul 06.30. Peristiwa itu berawal dari meledaknya tabung gas LPG berukuran 3 kilogram (Kg) didapur rumah korban. Beruntung warga sigap memadam kobaran api di rumah penjual cendol tersebut.

"Alhamdulilahh, api tidak membesar dan menyambar rumah lainnya," ujar Santoso.

Hanya berselang beberapa jam dari insiden itu, ledakan tabung gas LPG  juga menyambar dapur milik Putra Raikhan, warga Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro pada pukul 11.00 WIB. Meskipun tidak merenggut korban jiwa, namun beberapa pekerja dirumah pengusaha cattering yang sedang memasak mengalami shock akibat kejadian tersebut.

"Waktu meledak dan terbakar saya didepan jaga toko," kata Putra Raikhan, (35).

Akibat kebarakan itu, satu unit mobil pemadam kebakaran (PMK) Bojonegoro diterjunkan cepat dan berhasil memadamkan api sehingga tidak sempat menyebar ke bangunan lainnya.

Dari keterangan salah satu saksi, Sumiati (40), kebakaran tersebut berawal saat 4 orang sedang memasak untuk catering salah satu SMA swasta.  Ketika aktifitas selesai, beberapa pekerja masih memasak air dan tiba-tiba salah satu tabung LPG berukuran 12 Kg meledak dan mengeluarkan api.

"Kaget sekali.  Kaki saya sempat tersambar api karena berdekatan dengan kompor," kata Sumiti sambil menunjukkan kakinya yang melepuh.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Budi Mulyono, menyatakan, dua peristiwa kebakaran yang terjadi di Bojonegoro disebabkan hal yang sama yaitu meledaknya tabung gas LPG.

"Sudah dipastikan semua itu human  error, karena mereka kurang memperhatikan  selang dan regulator yang terpasang antara tabung gas dan kompor," sambung Budi, mengungkapkan.

Dia menuturkan, meledaknya tabung gas LPG itu dikarenakan selang yang dipakai kurang pas. Selain itu kurang teliti sebelum menggunakan sehingga tidak mengetahui jika selang tersebut bocor.

"Kami menghimbau, pada penggunaan LPG harus ada ruang terbuka sehingga kalau bocor bisa terurai di udara," pesan Budi.

BPD mengaku belum menaksir kerugian kebakaran dua rumah akibat meledaknya tabung gas LPG tersebut. (suko)

Dibaca : 977x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>