Senin, 25 Juli 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Dinkes Berikan Vaksinasi Meningitis dan Influenza Pemdes Bubarkan Paksa Massa Gerah Kobar Buruh GCI Ancam Mogok Total Tuntutan Kompensasi Gerah Kobar Berakhir Deadlock BPBD Tinjau Semburan Lumpur Panas di Krondonan Massa Tagih Hasil Kajian Flare Ratusan Massa Mulai Berkumpul di Balai Desa Keuntungan Bagi Negara, Daya Tarik Bagi Investor Pasang Terop di Depan Pintu Sumur Mudi Harga Minyak Rendah Pertamina - Exxon Tetap Untung Sebut Kompensasi Mudi Jadi Pantauan BPK Besok, Warga Rahayu Kembali Demo JOBP-PEJ Belum Pastikan Groundbreaking J-TB Dilakukan Jokowi Atlet Futsal Timnas Ikuti IKA SMADA Cup 2 Setahun Penuh TPP Tak Dibayarkan Ninik: Jabatan Direktur Memang Harus Tenaga Medis Lakukan Deteksi Dini Narkoba pada Siswa Puncak Produksi Blok Cepu Bertahan 3 Tahun ITS Sebut Tak Ada Dampak Lingkungan di Mudi PDSI Ciptakan Sembilan Cyber Rig Tender EPC GPF JTB Masuki Tahap Komersil Kandungan Gas H2S Minyak Banyuurip Tinggi Pupuk Kujang Terancam Batal Bangun Pabrik di Bojonegoro Bojonegoro Raih Adipura Kirana dan Sekolah Adiwiyata Mandiri Pertamina Setuju Produksi Blok Cepu Dinaikan 200 ribu Bph Produksi Sumur Tapen Ditarget Lebih dari 600 bph Direktur Hulu Pertamina Kunjungi Sumur Tapen JOB P-PEJ Diminta Tetap Memberikan Kompensasi Main Pokemon Go PNS Bisa Diberhentikan Lamongan Raih Penghargaan Adipura Kirana Pengangkutan Material J-TB Biangkerok Kerusakan Jalan Gayam Minta Kejelasan Berakhirnya Kontrak Blok Tuban Perhutani Siap Kerjasama dengan Pemkab Pertamina EP Dukung Ide Pemkab JOB P-PEJ Sampaikan Hasil Riset Flare ke Pemda Gerah Kobar Rencanakan Aksi Susulan Permintaan Diskusi di Pad B Ditolak Massa Tuding Riset ITS Hanya Hamburkan Anggaran Desak Perwakilan JOB P-PEJ Temui Warga Ribuan Massa Kepung Sumur Mudi Ribuan Massa Bersiap Menuju Sumur Mudi Paskibraka Kecamatan Gayam Mulai Latihan Mobil Proyek JTB Perparah Kerusakan Jalan Gayam Basra Target Uji Coba Sistem Satu Arah SMP Tuban Sabet Juara 1 O2SN Jatim Sepakat Tolak Pembelian Premium dengan Jerigen Pemkab Tak Tahu Pemanfaatan Sewa TKD Gayam Kantor Utama Kontraktor EPC-1 Selesai Dibongkar Dandim 0813 Pimpin Apel Bersama di Mapolres Bojonegoro Darurat Kekerasan Terhadap Anak Korban Ternyata Berstatus Mahasiswa Bupati Ajak Dampingi Anak dengan Kasih Sayang Pria Ditemukan Tewas dengan Luka Bekas Sajam PT Tripatra Bagikan Tangki Air ke Masjid Blok Cepu Masyarakat Diminta Beli LPG di Pangkalan Polres Usut Kasus Perampasan Kendaraan Pencuri Coba Bobol ATM BRI Gayam Pembatalan Perda Berdampak Menurunnya PAD Targetkan DBH Minyak Bumi 2016 Rp 24,8 Miliar Tunggu Informasi Pemprov Soal Operasional BMKG Camat Margomulyo Jabat Kabag Humas Pemborong Dikeroyok Enam Debt Collector Sekolah Dilarang Gunakan Kekerasan Fisik di PLSBSB Pemda Tambah Anggaran Pembebasan JLS Rp18,5 Miliar Pertamina EP Realisasikan Perbaikan Jalan Tapen Realisasi DBH Pajak Tuban Capai 54,70 Persen PAD Bojonegoro 2015 Mencapai Rp376,9 Miliar Kompensasi TKD Gayam Belum Dibayar KPH Dukung Objek Wisata di Wilayah Hutan Tunda Balik Demi Pilkades PT BBS Harus Penuhi Kualitas SDM PT SI Bersama Swedia Sepakati Jual Beli CER Rencanakan Pembiayaan Daerah Rp 297 Miliar Perbaikan Jalan Tapen 02 Dianggarkan Rp2,3 Miliar Klaim TKD Kilang Tuban Hanya Soal Sertifikat Kesulitan Penuhi Pesanan Konsumen Lokalisasi Cangkring Kembali Beroperasi Polisi Gagal Mendapatkan Pelaku Penambang Wisata Blora Sulit Dikembangkan Bantu 37 Lembaga Sosial Anak Disinyalir Ada Pemalsuan Dokumen Nasib Buaya Kali Kening Belum Jelas Dewan Menginisiasi Raperda Pembangunan Perumahan Jalan Nasional Ditanami Bunga Bougenville Harga Gas J-TB dengan PT PKC Belum Sepakat Dukung Regulasi Alokasi Minyak ke Kilang Mini Warung Mamin Bermunculan di J-TB Giliran Wartawan Bojonegoro Diajak Bukber JOBP-PEJ GP Ansor Kunjungi Founding Fathers NU Pengelolaan Wisata Wonocolo Belum Jelas Wisata Ledok Dikelola LMDH Perbaikan Jalan Hutan Belum Ada Perjanjian Pemda Harus Kreatif Tingkatkan PAD Anggap Pembatalan Perda Wajar KIP Desa Sekitar Migas Minim Pemda Kesulitan Mendata Penambang Ilegal Pemboran Sumur Tapen 02 Mencapai 886 Meter Penurunan Produksi, Sebabkan Lifting Minyak Menurun Travo Gardu Listrik Terbakar Izin Wisata Wonocolo Tanggung Jawab Pemkab Disnakertransos Bakal Cek Data Korban di BPJS Landasan Helikopter J-TB Digenangi Air

Sehari Dua Rumah Terbakar Tabung Gas LPG

Editor: nugroho
Rabu, 22 Mei 2013
dsn
OLAH TKP : Polisi melakukan olah TKP dirumah Putra Raikhan untuk memastikan penyebab kebakaran.

SuaraBanyuurip.com - D Suko

Bojonegoro- Dalam sehari dua peristiwa kebakaran akibat ledakan tabung gas LPG terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (22/5/2013). Insiden tersebut  nyaris merenggut nyawa.

Kebakaran pertama terjadi di rumah Santoso, warga RT 1, RW 1 Desa Pacul, Kecamatan Bojonegoro, pada pukul 06.30. Peristiwa itu berawal dari meledaknya tabung gas LPG berukuran 3 kilogram (Kg) didapur rumah korban. Beruntung warga sigap memadam kobaran api di rumah penjual cendol tersebut.

"Alhamdulilahh, api tidak membesar dan menyambar rumah lainnya," ujar Santoso.

Hanya berselang beberapa jam dari insiden itu, ledakan tabung gas LPG  juga menyambar dapur milik Putra Raikhan, warga Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro pada pukul 11.00 WIB. Meskipun tidak merenggut korban jiwa, namun beberapa pekerja dirumah pengusaha cattering yang sedang memasak mengalami shock akibat kejadian tersebut.

"Waktu meledak dan terbakar saya didepan jaga toko," kata Putra Raikhan, (35).

Akibat kebarakan itu, satu unit mobil pemadam kebakaran (PMK) Bojonegoro diterjunkan cepat dan berhasil memadamkan api sehingga tidak sempat menyebar ke bangunan lainnya.

Dari keterangan salah satu saksi, Sumiati (40), kebakaran tersebut berawal saat 4 orang sedang memasak untuk catering salah satu SMA swasta.  Ketika aktifitas selesai, beberapa pekerja masih memasak air dan tiba-tiba salah satu tabung LPG berukuran 12 Kg meledak dan mengeluarkan api.

"Kaget sekali.  Kaki saya sempat tersambar api karena berdekatan dengan kompor," kata Sumiti sambil menunjukkan kakinya yang melepuh.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Budi Mulyono, menyatakan, dua peristiwa kebakaran yang terjadi di Bojonegoro disebabkan hal yang sama yaitu meledaknya tabung gas LPG.

"Sudah dipastikan semua itu human  error, karena mereka kurang memperhatikan  selang dan regulator yang terpasang antara tabung gas dan kompor," sambung Budi, mengungkapkan.

Dia menuturkan, meledaknya tabung gas LPG itu dikarenakan selang yang dipakai kurang pas. Selain itu kurang teliti sebelum menggunakan sehingga tidak mengetahui jika selang tersebut bocor.

"Kami menghimbau, pada penggunaan LPG harus ada ruang terbuka sehingga kalau bocor bisa terurai di udara," pesan Budi.

BPD mengaku belum menaksir kerugian kebakaran dua rumah akibat meledaknya tabung gas LPG tersebut. (suko)

Dibaca : 1110x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan