Semen Indonesia Latih Warga Margorejo Membuat Kue

Senin, 17 Desember 2018, Dibaca : 881 x Editor : samian


SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban- PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Semen Gresik (P2M-SG) melatih warga Desa Margorejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, membuat kue kering dan basah. Pelatihan tersebut didampingi langsung oleh lulusan Tata Boga UNY, Chusnia Nugraheni yang sudah berpengalaman dibidangnya.

"Kita latihan membuat kue selama dua hari," ujar Wakil Ketua PKK Margorejo, Dwi Widiawati, kepada suarabanyuurip.com, di Kantor BUMDes setempat, Senin (17/12/2018).

Baca Lainnya :

    Selama dua hari, para anggota PKK dilatih membuat kue kering dan basah. Adapun kue keringnya ada empat jenis, meliputi putri salju, kastangel, nastar, dan pie. Kue kering dan basah ini akan dipaketkan dengan catering makanan yang juga mulai digeluti.

    "Kue atau snack biasanya yang cepat laku saat lebaran," imbuhnya perempuan ramah ini.

    Baca Lainnya :

      Kades Margorejo, Junaedi, menambahkan atas nama Pemdes sangat mendukung program pemberdayaan ini. Harapannya mewakili Organisasi Masyarakat Setempat (OMS), kegiatan pemberdayaan ekonomi dapat berkelanjutan setiap tahun dan lebih baik lagi.

      "Memang untuk pemberdayaan ini tahun yang pertama. Dua tahun sebelumnya program Forum Masyarakat Kokoh (FMK) fokus ke fisik," sambungnya.

      P2M-SG di Margorejo sendiri ada edukasi batik yang di tangani Bumdes, dilanjutkan pelatihan kue yang dinahkodai PKK, terakhir ada kelompok tani pemberdayaan lele. Ada program fisik yaitu pengurukan lahan MI. Menurut Pemdes, program ini sangat penting karena untuk fasilitas pendidikan.

      "Kedalaman lahan kurang lebih empat meter dan membahayakan anak-anak. Alhamdulillah pengurukannya tinggal finishing," jelasnya.

      Lebih dari itu, besar harapan kepada PKK setelah pelatihan ini mahir. Karena setiap ada kegiatan di desa, warga tak usah membeli kue di luar Margorejo. Langsung pesan kue ke PKK, supaya perputaran uang/ekonomi hanya di lingkup desa.

      Inilah cita-cita dari Pemdes, dan masih berharap adanya dukungan dari SI. Terlebih Desa Margorejo paling sering dikunjungi tamu-tamu dari pusat, mulai Ketua Dekranas sampai istri Jusuf Kalla.

      Margorejo hanya miliki batik dan tenun gedog. Oleh karena itu, wisata tak lepas dari kuliner berupa snack dan makanan, dan mari kita tangkap peluang itu.

      "Semoga Semen Indonesia semakin tahun semakin jaya, dan tetap menjadi kokok tak tertandingi," harap kades muda yang penuh inovatif.

      Senior CSR Officer PT Semen Indonesia, Setiawan Prasetyo, mengapresiasi program di Margorejo. Progrma edukasi batik merupakan bagian dari pelestarian budaya. Adapun dalam pelatihan ini, yang hadir pasti sudah pernah buat kue kering dan basah.

      "Mohon diikuti dengan cermat, sedetail apapun ditanyakan. Ibu-ibu pulang dari tempat ini, harus bisa membuat kue yang enak," imbuh pria humanis.

      Bicara sinergi kalau PKK bisa buat kue enak, tentu harapan Kades bisa terwujud. Lebih bagus lagi kalau ada kombinasi kue di Kerek pasti menarik, misalnya kue batik. Jika warga ramah, program pemberdayaan bagus, tentu menjadi nilai plus bagi pejabat yang datang ke Margorejo.

      Dalam hal ini perusahaan semen BUMN selalu menyuport program di desa sekitar operasi perusahaan. Sekaligus rutin memberikan bantuan, dengan harapan pemberdayaan lebih baik lagi.

      Sekarang pelaksanaan program, setelah itu ada evaluasi program. Pasca pelatihan harus ada nilai plusnya, kemudian ada pertemuan lanjutan sebulan sekali untuk mereview pengetahuan membuat lele.

      "Kami juga minta doanya kepada Kades dan warga supaya SI dan SG kokoh tak tertandingi di tengah persaingan semen yang ketat" pinta Iwan biasa disapa.

      Sebatas diketahui, pelatihan di desa batik ini didampingi Chusnia Nugraheni, jurusan tata boga UNY. Gadis jelita ini berpengalaman jualan kue di rumahnya selama dua tahun. Soal rasa kue buatannya tak perlu diragukan lagi.

      "Semoga pelatihan ini berkah dan membawa manfaat bagi ibu-ibu PKK," pungkasnya. (Aim)


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more