Rabu, 17 Juli 2019
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan

Setor Rp8,08 Triliun, PEPC Penyumbang Pajak Migas Terbesar 2018

Editor: nugroho
Kamis, 25 April 2019
Ist
SIMBOLIS : Dirut PEPC Jamsaton dan KKKS lainya saat menerima penghargaan sebagai penyetor pajak terbesar di KPP Migas Jakarta.

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Jakarta - PT Pertamina EP Cepu (PEPC), operator proyek strategis nasional Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), dinobatkan sebagai KKKS penyumbang pajak minyak dan gas bumi (Migas) 2018 terbesar sejumlah Rp 8,08 triliun.

Penobatan tersebut diberikan dalam acara penghargaan “Apresiasi untuk Sahabat” – Cooperative Compliance Program yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia bertempat di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Minyak dan Gas Bumi.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) yang diwakili oleh Kepala Kantor Wilayah Jakarta Khusus, Ikhsan Pria Wibawa, dan didampingi oleh Kepala KPP Migas, Imanul Hakim, pada hari Selasa, 23 April 2019 lalu.

Turut hadir dalam acara, Direktur Business Support PT Pertamina EP Cepu, Desandri. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 10 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas bumi mendapatkan penghargaan dari Pemerintah sebagai penyetor pajak terbesar migas  tahun 2018.

Adapun penghargaan tersebut diberikan sebagai salah satu bagian dari Cooperative Compliance Program yang diharapkan bisa meningkatkan pola interaksi dan komunikasi yang harmonis antara Wajib Pajak dengan Direktorat Jenderal Pajak.

Kepala Kanwil DJP Jakarta Khusus, Ikhsan Wibawa, mengungkapkan apresiasinya kepada PT Pertamina EP Cepu dan jajaran KKKS sebagai Wajib Pajak yang telah memberikan kontribusi yang sangat baik tahun 2018.

"Kami mengharapkan untuk tahun 2019 ini produksi migas yang diperoleh jauh lebih baik dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya," kata Ikhsan Wibawa, dalam press release yang diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (25/4/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Jamsaton Nababan mengharapkan, agar sebagai sektor strategis nasional, kontribusi PT Pertamina EP Cepu dan jajaran KKKS dapat bermanfaat bagi pembangunan negara.

“Mohon dukungan para pihak karena di tahun 2019, Pertamina EP Cepu telah menyiapkan target kinerja untuk mendukung kemandirian energi dan menyambut diversifikasi energi strategis, termasuk melalui proyek gas Jambaran-Tiung Biru yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2021,” ujar Jamsaton.

Jamsaton menambahkan, bahwa sebagai entitas bisnis Pertamina EP Cepu senantiasa menjalankan komitmen sebagai wajib pajak yang patuh menunaikan kewajibannya membayar pajak tepat waktu serta berkoordinasi dengan KPP Migas.

Adapun Peringkat Wajib Pajak dengan jumlah penerimaan pajak KPP Minyak dan Gas Bumi tahun 2018 adalah sebagai berikut: PT Pertamina EP Cepu sebesar Rp.8,08 triliun, PT Pertamina EP sebesar Rp.7,4 triliun, ExxonMobile sebesar Rp.4,5 triliun, Chevron sebesar Rp.4,3 triliun, Conoco Philips sebesar Rp.4,1 triliun, Pertamina Hulu grup & PT Pertamina Hulu Energi sebesar Rp.3,6 triliun.

PT Pertamina Hulu Indonesia sebesar Rp.3,5 triliun, British Petroleum sebesar Rp.3,4 triliun, Talisman, dan Medco. Penerimaan pajak migas ini sangat berarti dalam pencapaian KPI KPP Migas tahun 2018 yang berhasil mencapai 98% dengan kategori hijau.(sam)

Dibaca : 283x
FB
Tidak ada komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>
iklan