Sopir Bus di Tuban Dites Kesehatan

Senin, 29 Juli 2013, Dibaca : 1107 x Editor : nugroho

edy purnomo
TES KESEHATAN : Salah satu sopir bus di Tuban menjalani tes kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya.


SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Sopir bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) dan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) menjalani serangkaian test kesehatan saat melintas di Terminal Wisata Kambang Putih Tuban, Jawa Timur, Senin (29/7/2013). Tes kesehatan ini sebagai upaya memberikan keamanan bagi penumpang menjelang mudik lebaran Idul Fitri.

pemeriksaan kesehatan untuk pengemudi ini dilakukan Dinas Kesehatan dengan dibantu satu tim dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP), Dinas Perhubungan (Dishub), dan Satuan Lantas Polres (Satlantas Polres) Tuban.

Baca Lainnya :

    "Kegiatan ini kami lakukan untuk memastikan kondisi kesehatan sopir jelang arus mudik," tegtas Bidang Pelayanan Dinkes, Shodikin, kepada SuaraBanyuurip.com saat berada dilokasi pemeriksaan.

    Dia katakan, pemeriksaan yang dilakukan diantaranya meliputi tensi atau tekanan darah, tes alkohol, serta kandungan gula darah sopir. Sedang pemeriksaan untuk urine tidak dilakukan karena merujuk pengalaman selama beberapa tahun lalu.

    Baca Lainnya :

      "Untuk urine tidak dilakukan, karena selama beberapa tahun lalu hasilnya selali negatif," timpal staff bidang Surveylans Epidemologi BBTKLPP, Slamet Herawan, dilokasi yang sama.

      Selain di Tuban,  pemeriksaan juga dilakukan disejumlah kota yang ada di Jawa Timur. Diantaranya adalah Kota Madiun, Kabupaten Ponorogo, Kota Kediri, Kota Malang, dan kota Surabaya. Pemeriksaan diprioritaskan untuk sopir AKDP dan AKAP  karena kedua kendaraan jenis ini yang paling banyak digunakan untuk arus mudik.

      "Meski begitu, sekalian kita minta sopir bus kecil dan MPU juga untuk sekalian periksa kesehatan," sambung Kepala Dishub Tuban, Paratih disela kegiatan.(edp)

       


      Tidak ada komentar
      Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.

Show more