Sabtu, 6 Februari 2016
Selamat Datang | Register | Login
Follow us on : tw fb yt rss   
iklan
Tripatra Gelar Safety Riding Campaign di Puduk Deklarasi Dukung JIM Menulis Produktif Promosikan Potensi Desa Dengan JIM Perusahaan Migas Diharapkan Sentuh Masyarakat TWU Hentikan Produksi Kilang Mini Tenaga Kerja Asing di Bojonegoro Meningkat Pembekalan Uji Coba Alsintan Dari Maintenance Rambah Jasa Transporter Dua Keuntungan Setelah Tercapai Produksi Puncak Inilah Peluang Bisnis Bidikan BBS PPGJ Capai Produksi Puncak FITRA Minta Informasi Sumur Koro Dibuka Galian C Picu Bencana Alam Fortuner Pekerja Migas Seruduk Grand Livina Papan Informasi Desa Pelem Dipindah PPGJ Segera Diserahkan ke Pertamina JOB P-PEJ Klaim Gas Tidak Berbahaya Warga Lebih Nyaman EPF Dimatikan ADS Tantang BBS Bangun Kilang Mini Ingatkan BUMD Tak Jadi Makelar Ketua DPRD Bojonegoro Garansikan Jabatannya Dua Hari, Dua Petani Tersambar Petir PT IME Lanjutkan Pekerjaan Sipil Gas Flare Penjual Mamin Sekitar Kilang Mini Resah Rekanan TWU Galang Dukungan Warga Ngampel Diduga Karacunan Pad A Pemkab Bojonegoro Layangkan Surat ke SKK Migas Besuk, Lahan Pengganti TKD Gayam Diukur Nge-Tweet Berhadiah Bersama JIM Bojonegoro Himbau Waspada Penipuan Naker Proyek Kebakaran TBBM Tuban Akibat Aliran Listrik Terminal BBM Tuban Terbakar Tunggu Kepastian PHER Operasi Proyek J-TB Rekrut 100 Naker Minta EMCL Evaluasi Hasil Rekomendasinya Rekomendasi Dua Peserta Langgar Komitmen Permintaan BBM Tuban Capai 17 Persen Pemdes Sedahkidul Sukseskan GDSC Harga BBM Kembali Diturunkan FKKL-B Minta, Bongkar EPF Harus Libatkan Kontraktor Lokal Polres Buru Dua Oknum Baru Sedahkidul Khawatirkan Dampak Proyek Banyuurip Oknum Wartawan Pemeras Diancam 4 Tahun Warga J-TB Minta Disosialisasikan Pelibatan Naker Kodim 0813 Bojonegoro Berlakukan Jamdan Tak Ada Sanksi Penyelesaian TKD Gayam Ribuhan Pengunjung Padati Wisata Ngerong Puluhan Hektar Tanaman Padi Direndam Banjir Kodim 0813 Gelar Konsolidasi Upsus Water Park Paling Ramai Dikunjungi Wisatawan Koruptor Rugikan Negara Rp2,1 Miliar Selamatkan Hutan Melalui Lomba Ulat Jati Pemkab Tetap Pertahankan PT BBS Tantang Pemkab Menarik Pajak Galian C Penerimaan Migas Fluktuatif, Tingkatkan Iklim Investasi Sisihkan Rp10 Triliun Untuk Dana Abadi Migas Pemkab Blora Bebaskan Lahan Warga Desak Pertamina ISC Tetap Menjatah Minyak Mentah Kayangan Api Dibanjiri Pengunjung Truk Pertamina Tetap Beroperasi PAD Dishub Meningkat 5,54 Persen Penjualan Solar Turun 60 Persen BK Hentikan Kasus Laporan Komisi A Harga Solar Turun Nelayan Untung Tandatangani Kontrak Pengelolaan Wilayah Kerja Migas Hingga Akhir 2015, Pembebasan J-TB Belum Rampung Wartawan Gadungan Peras Warga Tuban Tambang Illegal Rusak Jutaan Hektar Hutan Wisata Water Park Dander Diserbu Pengunjung Sumur A dan C Tetap Berproduksi ExxonMobil Indonesia Tunjuk Presiden Baru Gelar Sarasehan Sejarah dan Kepurbakalaan Tak Ingin Penyelesaian TKD Gayam Terulang di J-TB Pastikan Tarif Angkutan Tuban Normal ADS Sebut Pemeriksaan Rutin Desak Holcim Segera Realisasikan Insentif Filosofi TKD Yang Penting Untungkan Desa

Status Akreditasi Unirow Dipertanyakan Mahasiswanya

Editor: teguh
Kamis, 02 Mei 2013
Edy Purnomo
PERTANYAKAN STATUS : Mahasiswa Unirow Tuban unjuk rasa mempetanyakan status akrsditasi kampusnya.

SuaraBanyuurip.com - Edy Purnomo

Tuban - Puluhan mahasiswa mempertanyakan akreditasi Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) Tuban. Mereka mempertanyakan kejelasan status kampus mereka dengan melakukan aksi unjuk rasa (Unras) dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Kamis (2/5/2013).

Mereka melakukan aksi dengan berorasi di halaman depan Kampus Unirow. Serta, melakukan sweeping, dan mengajak beberapa mahasiswa untuk ikut bergabung dalam aksi.

Dalam orasinya, mereka minta agar Rektor Unirow Tuban, Hadi Tugur, menjelaskan status akreditasi tempat mereka belajar. Mereka juga membawa tuntutan lain, seperti banyaknya dosen pengajar yang berstatus ganda. Serta menuntut untuk diberlakukan aturan bahwa dosen pengajar di Unirow minimal harus S2 atau sederajat.

"Tolong kami diberi kejelasan. Mengenai status akreditasi, double status dosen, serta banyaknya dosen pengajar dengan ijazah S1," teriak Syaiful, salah satu peserta aksi di depan gedung Rektorat Unirow Tuban.

Menanggapi ini, Rektor Unirow Tuban, Hadi Tugur, menegaskan, semua jurusan yang ada di Unirow Tuban sudah terakreditasi. Hal ini bisa dilihat dengan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, yang menerangkan bahwa semua program jurusan yang mengajukan ijin penyelenggaraan sebelum tanggal 10 Agustus 2012, dinyatakan secara otomatis telah terakreditasi C.

"Jurusan kita semua sudah berijin, jadi secara otomatis telah terakreditasi C," jelas Tugur di depan perwakilan mahasiswa.

Terkait dosen, Tugur jelaskan ada aturan, bahwa sebelum tahun 2015, semua dosen yang masih berijazah S1 adalah tanggung jawab dari universitas. Untuk memberikan fasilitas pendidikan kepada dosen yang bersangkutan.

"Itu aturan sampai tahun 2015," tambahnya.

Peserta aksi baru puas, setelah dijanjikan oleh Tugur untuk dipertemukan langsung dengan pihak Kopertis. Guna menjelaskan mengenai status akreditasi untuk Unirow.

Selain dikampus, mahasiswa juga melakukan long march menuju Gedung Pemkab Tuban. Mereka membawa tuntutan terkait penolakan UU no 12 tahun 2012 tentang Perguruan Tinggi. Yang beberapa isinya dianggap semakin menjauhkan pendidikan dari cita-cita luhur bangsa. (edp)

Dibaca : 6325x
FB
Ada 1 komentar | Anda sebaiknya login atau register dulu untuk memberikan komentar.
Selasa, 27 Agustus 2013 09:54
apa semua jurusan yang ad d unirow tuban akreditasinya "C", trm ksh
diyah
Nama :
Email :

Diperkenankan: <strong>,<em>,<u>